RADAR-BLAMBANGAN.COM| Kabupaten Mojokerto – Pembentukan karakter dan kedisiplinan peserta didik di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Mojokerto terus diperkuat melalui Program Taruna Bhakti. Program hasil sinergi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dengan Akademi TNI tersebut mendapat apresiasi dari Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI, Letkol Raden Shidarta Wisnu Graha, saat meninjau pelaksanaannya bersama Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Barraa) di SRMP 15 Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Rabu (5/8) pagi.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan pelaksanaan Program Taruna Bhakti yang bertujuan membentuk karakter siswa melalui pembinaan kedisiplinan, etika, kepemimpinan, serta integritas. Kehadiran para Taruna Akademi TNI di lingkungan Sekolah Rakyat diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai disiplin sejak dini sebagai bekal bagi para peserta didik.
Dalam peninjauan tersebut, Danjen Akademi TNI melihat secara langsung berbagai kegiatan pembinaan yang diberikan kepada siswa, mulai dari tata cara berpakaian yang rapi, latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB), hingga penanaman semangat kebangsaan dan jiwa kepemimpinan. Kedatangan rombongan juga disambut antusias oleh jajaran tenaga pendidik dan seluruh siswa SRMP 15 Mojokerto.
Letkol Raden Shidarta, mengatakan bahwa kehadiran para Taruna Akademi TNI di Sekolah Rakyat merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.
“Kedatangan kakak-kakak Taruna ini bertujuan membagikan ilmu ekstrakurikuler dan kedisiplinan. Di Sekolah Rakyat ini, anak-anak dididik menjadi pribadi yang tangguh. Kita ingin mencetak Generasi Emas 2045, calon pemimpin masa depan yang berakhlak mulia, berintegritas, serta membanggakan orang tua dan bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan, pembentukan akhlak menjadi fondasi utama dalam mencetak pemimpin yang berkualitas. Menurutnya, perkembangan yang ditunjukkan para siswa membuktikan bahwa pembelajaran dan pembinaan karakter di SRMP 15 Mojokerto telah berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
“Pembentukan akhlak merupakan fondasi utama kepemimpinan. Pembelajaran dan pembinaan karakter yang diterapkan di Sekolah Rakyat SMP 15 Mojokerto sudah berjalan sangat efektif dan berada di jalur yang benar,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gus Barraa turut mendampingi peninjauan sebagai bentuk dukungan Pemkab Mojokerto terhadap penguatan pendidikan karakter melalui Sekolah Rakyat. Selain pelaksanaan Program Taruna Bhakti, Pemkab Mojokerto juga terus mematangkan rencana pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Saat ini usulan pembangunan telah memasuki Tahap III di tingkat kementerian, dengan lahan seluas kurang lebih 7,5 hektare yang telah disiapkan di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong.
Sebagai informasi, SRMP 15 Mojokerto saat ini menampung 75 siswa yang terdiri atas 48 siswa laki-laki dan 27 siswa perempuan. Sekolah tersebut didukung berbagai fasilitas penunjang, di antaranya ruang kelas berpendingin udara, dua gedung asrama terpisah, laboratorium, perpustakaan, ruang pertemuan atau aula, sarana ibadah, serta layanan pemenuhan gizi harian bagi seluruh peserta didik.
Melalui sinergi antara Pemkab Mojokerto, Akademi TNI, dan berbagai pemangku kepentingan, Program Taruna Bhakti diharapkan mampu memperkuat karakter peserta didik sekaligus menjadikan Sekolah Rakyat sebagai model pendidikan inklusif berbasis pembentukan karakter unggul di Jawa Timur. (Mahmudah)
