RADAR BLAMBANGAN.COM, | Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) terus mendorong penguatan jejaring internasional sebagai bagian dari diplomasi intelektual mahasiswa. Ketua Umum PERMAHI Azhar Sidiq menegaskan pentingnya membuka ruang dialog global antara mahasiswa hukum Indonesia dengan komunitas internasional, termasuk para diplomat negara sahabat.
Menurut Azhar, pengalaman negara kepulauan seperti Seychelles memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia, terutama dalam pengelolaan wilayah kepulauan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga perlindungan lingkungan hidup.
Sosok Nico Barito yang menjabat sebagai Duta Besar Seychelles untuk Indonesia sekaligus untuk Association of Southeast Asian Nations dinilai memiliki pengalaman penting dalam memperkuat kerja sama lintas negara, khususnya di bidang pariwisata, lingkungan, dan ekonomi kreatif.
Azhar menyampaikan bahwa mahasiswa hukum harus mampu membaca tantangan global sekaligus menawarkan gagasan yang solutif bagi masa depan bangsa. Ia menilai praktik pengelolaan kepulauan yang diterapkan Seychelles dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia, khususnya bagi wilayah kepulauan seperti Kepulauan Seribu maupun kawasan timur Indonesia termasuk Papua Tengah.
“PERMAHI ingin menjadi ruang diskursus yang tidak hanya bergerak pada isu nasional, tetapi juga aktif membangun dialog internasional demi memperkaya perspektif mahasiswa hukum Indonesia,” ujar Azhar.
Di akhir pernyataannya, Sekretaris Jenderal PERMAHI menegaskan bahwa organisasi mahasiswa hukum harus berani tampil di panggung global untuk membawa gagasan kebangsaan sekaligus memperkuat jejaring internasional.
Sekretaris Jenderal PERMAHI menyatakan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam dialog global merupakan langkah strategis untuk membangun generasi pemimpin masa depan yang memiliki wawasan internasional.
“PERMAHI percaya bahwa kolaborasi dengan para diplomat dan pemangku kepentingan global akan membuka peluang besar bagi mahasiswa hukum Indonesia untuk belajar, berdiskusi, dan berkontribusi dalam berbagai isu strategis dunia,” tegas Sekretaris Jenderal PERMAHI.***
