Ket foto: sumber google
RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta — Komitmen terhadap lingkungan tak lagi sekadar slogan bagi PT Pertamina Patra Niaga. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan ini berhasil mengubah persoalan sampah menjadi peluang ekonomi dengan nilai akumulatif mencapai Rp3,2 miliar bagi masyarakat di berbagai daerah operasionalnya.
Program tersebut telah berjalan di 58 titik di seluruh Indonesia dan melibatkan sedikitnya 2.470 warga. Angka ini bukan hanya menunjukkan skala program, tetapi juga menggambarkan tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi fondasi ekonomi kerakyatan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan pekerjaan instan. Dibutuhkan komitmen jangka panjang serta partisipasi aktif masyarakat agar dampaknya benar-benar terasa.
“Pengelolaan sampah membutuhkan komitmen jangka panjang dan keterlibatan aktif masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.
Lewat skema TJSL, Pertamina Patra Niaga tidak hanya menghadirkan bantuan fasilitas, tetapi juga membangun ekosistem pengelolaan sampah yang terstruktur. Warga didorong membentuk kelompok pengelola, bank sampah, hingga unit usaha berbasis daur ulang. Hasilnya, sampah yang sebelumnya dianggap beban kini memiliki nilai jual dan mampu menopang tambahan pendapatan keluarga.
Pendekatan ini juga menciptakan efek berganda. Selain mengurangi timbunan sampah dan meningkatkan kualitas lingkungan, program tersebut membuka ruang pemberdayaan, terutama bagi kelompok ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dengan capaian nilai ekonomi miliaran rupiah, program TJSL ini menjadi bukti bahwa sinergi antara korporasi dan masyarakat dapat melahirkan solusi berkelanjutan. Di tengah tantangan persoalan sampah nasional, model kolaboratif seperti ini menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari komunitas, ketika diberi ruang, pendampingan, dan akses pasar yang tepat.
Ke depan, Pertamina Patra Niaga memastikan program pengelolaan sampah akan terus diperkuat, tidak hanya dari sisi kuantitas lokasi, tetapi juga kualitas dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan.***
