RADARBLAMBANGAN.COM, | TULUNGAGUNG, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung kembali menggelar upacara adat tahunan yang syarat akan nilai sejarah dan spiritual. Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, menghadiri sekaligus memimpin jalannya ritual adat Tradisi Jamasan Pusaka Tombak Kanjeng Kyai Upas, di Griya Dalem Kanjengan Kelurahan Kepatihan Kabupaten Tulungagung.
Ritual jamasan (penyucian) pusaka yang dilakukan setiap bulan Suro dalam penanggalan Jawa ini berlangsung dengan sangat khidmat. Sejak pagi, area Griya Dalem Kanjengan telah dipadati oleh para tokoh adat, budayawan, jajaran Forkopimda, serta masyarakat setempat yang ingin menyaksikan langsung prosesi budaya ini.
Tombak Kanjeng Kyai Upas, yang merupakan pusaka sakral sekaligus lambang daerah Kabupaten Tulungagung, diarak dan disucikan menggunakan air khusus yang diambil dari beberapa mata air suci, dicampur dengan bunga setaman.
”Tradisi ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan wujud penghormatan kita terhadap warisan leluhur serta upaya menjaga nilai-nilai luhur budaya Jawa agar tidak tergerus zaman,” ujar Plt. Bupati Tulungagung, jum’at (3/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Ahmad Baharudin juga menyampaikan bahwa Jamasan Pusaka ini memiliki makna filosofis yang mendalam, yaitu sebagai simbol pembersihan diri dari hal-hal negatif, semoga selalu diberikan kedamaian, kesejahteraan, dan dijauhkan dari segala marabahaya.
” Semoga dengan kegiatan ini, kita bisa mempererat tali silaturahmi antara Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat serta warga masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen untuk terus mendukung dan melestarikan tradisi Jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas ini sebagai salah satu aset warisan budaya takbenda yang memperkaya identitas nasional,”pungkas Plt. Bupati Tulungagung.
BambangTrimono
