RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – (12/07/2026), – Gelombang dukungan terhadap Polri dalam penegakan hukum terus menguat. Sejumlah advokat dijadwalkan menggelar aksi damai dengan mengenakan toga advokat di depan Gedung Bareskrim Polri, Kamis mendatang.
Aksi tersebut akan dipimpin oleh dua orator, yakni Hasan Basri dan Agus Flores. Mereka menyatakan aksi itu merupakan bentuk dukungan kepada penyidik Polri agar tetap independen dalam menangani perkara dugaan korupsi yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) berinisial “F”.
Dalam aksi itu, massa akan mendesak agar proses hukum dikembalikan sepenuhnya sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Mereka juga meminta penyidikan berjalan secara profesional, transparan, dan bebas dari segala bentuk intervensi, termasuk intervensi politik.
Selain itu, para advokat akan menyerukan penghentian praktik yang mereka sebut sebagai “pemandulan hukum” di Indonesia. Menurut mereka, masyarakat menginginkan penegakan hukum yang adil, tanpa tebang pilih, sehingga setiap dugaan tindak pidana korupsi dapat diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Orator aksi, Drs. H. Hasan Basri, SH., MH., Direktur Eksekutif Astacita Merah Putih Center, menegaskan bahwa pemberantasan korupsi harus menjadi komitmen bersama. Ia berharap Presiden dapat mengawal tegaknya supremasi hukum secara adil, sehingga tidak muncul kesan adanya perlindungan terhadap pihak tertentu yang masih berstatus sebagai terduga atau sedang menjalani proses hukum.
Aksi ini diperkirakan akan menjadi sorotan publik karena membawa pesan bahwa penegakan hukum harus berdiri di atas prinsip keadilan, profesionalitas, dan independensi. Massa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal proses hukum agar berjalan sesuai aturan perundang-undangan dan bebas dari kepentingan apa pun.***
