RADAR BLAMBANGAN.COM, | JOMBANG – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Lapas Jombang hari ini. Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 H, jajaran petugas Lapas Jombang menggelar kegiatan makan bersama dengan para warga binaan yang dilaksanakan Lapangan Serbaguna Lapas Jombang. Acara ini menjadi simbol runtuhnya sekat antara petugas dan warga binaan, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta menyatukan niat dalam menyongsong bulan penuh ampunan dengan hati yang bersih.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun bermakna ini diawali dengan doa bersama untuk keselamatan dan kelancaran ibadah puasa di dalam Lapas Jombang. Rino Soleh Sumitro selaku Kalapas Jombang yang duduk bersila di tengah-tengah para warga binaan, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk apresiasi dan upaya membangun kedekatan emosional agar tercipta harmonisasi di dalam lingkungan pemasyarakatan.
“Makan bersama ini adalah wujud syukur kita kepada Allah SWT atas kesempatan bertemu kembali dengan bulan Ramadan. Kami ingin kawan-kawan warga binaan merasakan kehangatan keluarga di sini, sehingga dalam menjalankan ibadah nanti, kita semua memiliki semangat yang sama untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya dengan nada rendah yang menenangkan.
Sembari menikmati hidangan yang disajikan, perbincangan hangat antara petugas dan warga binaan mengalir tanpa canggung, menciptakan atmosfer yang jauh dari kesan kaku. Kalapas menegaskan bahwa pendekatan humanis seperti ini sangat penting untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban melalui sentuhan hati ke hati.
“Bulan Ramadan adalah momen refleksi. Dengan duduk dan makan bersama seperti ini, kami ingin mengirimkan pesan bahwa kawan-kawan tidak sendirian dalam menjalani proses hijrah ini. Kami di sini mendampingi, mengayomi, dan bersama-sama menjaga agar suasana Lapas Jombang tetap kondusif, religius, dan penuh dengan aura positif selama sebulan penuh ke depan,” tambah beliau menutup percakapan.
Dengan adanya kegiatan ini, Lapas Jombang membuktikan bahwa di balik jeruji besi pun, nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan tetap dapat tumbuh subur, menjadikan Ramadan sebagai jembatan transformasi bagi setiap insan pemasyarakatan untuk kembali ke jalan yang benar. (Mahmudah)
