RADAR BLAMBANGAN.COM, | SEMPU — Ribuan warga Dusun Krajan, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi tumpah ruah memadati sepanjang jalur protokol desa pada Senin (15/6/2026) malam. Dengan penuh antusiasme, tidak kurang dari 1.000 masyarakat dari berbagai RT dan RW berkumpul untuk menyelenggarakan tradisi tahunan Karnaval Grebeg Suro. Kegiatan kultural kali ini terasa semakin bergelora karena disatukan dalam momentum menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Rangkaian acara sakral ini dimulai sejak sore hari pukul 18.00 WIB dengan agenda penilaian properti kreatif dan keunikan seni hias gunungan hasil bumi yang dibawa oleh masing-masing rukun tetangga. Tepat pada pukul 19.00 WIB, arak-arakan pawai secara resmi dilepas oleh Kepala Desa Jambewangi, Maskhur S.Ag, ditandai dengan sorak-sorai warga serta arahan dari Prasetyo Dalang selaku pemandu jalannya kirab budaya malam itu.
Rute arak-arakan membentang panjang dan memikat perhatian pengguna jalan, dimulai dari ikonik Gapura Merah Putih Dusun Krajan sebagai titik start, hingga berakhir di perempatan Patung Soekarno Dusun Krajan yang menjadi lokasi panggung utama penutupan acara. Belasan gunungan yang tersusun rapi dari berbagai komoditas pertanian lokal tampak diarak secara gotong royong, mencerminkan melimpahnya hasil bumi di kawasan lereng tersebut.
“Grebeg Suro ini adalah perpaduan harmonis antara pelestarian adat, ungkapan syukur kepada Tuhan, sekaligus perekat nasionalisme warga dalam menyambut HUT RI ke-81.”
Kepala Desa Jambewangi, Maskhur, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas tingginya guyub rukun yang ditunjukkan oleh masyarakat Dusun Krajan. Menurutnya, sinergi yang luar biasa antar-warga lintas generasi menjadi modal utama terselenggaranya acara kolosal ini dengan pembiayaan mandiri dan swadaya penuh dari masyarakat sekitar.
Satu hal yang paling menarik perhatian dalam rangkaian Grebeg Suro kali ini adalah pelaksanaan ritual doa bersama lintas agama yang digelar khidmat di atas pentas kehormatan pada pukul 19.30 WIB. Doa bersama tersebut dipandu langsung secara kolaboratif oleh empat pemuka agama setempat, yaitu Kyai Tengku Edi Sunarsin dari unsur Islam, Bapak Mangku Ismani dari unsur Hindu, serta Pendeta Sutedjo dan Pendeta Harmaji dari unsur Kristen. Kehadiran para tokoh lintas iman ini memancarkan pesan kerukunan yang kuat di tengah kemajemukan sosial masyarakat Banyuwangi.
Seusai khidmat doa bersama, suasana malam berganti menjadi magis dan meriah saat ratusan lampion diterbangkan secara serentak ke langit malam pada pukul 20.40 WIB. Cahaya lampion yang membubung tinggi menjadi simbol harapan, kedamaian, serta doa terbaik untuk kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang segera memasuki usia baru ke-81 tahun.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan tradisi “kembul bujana” atau makan tumpeng dan takir bersama di sepanjang area jalan. Seluruh pejabat pemerintah kecamatan (Forpimka), tokoh masyarakat, aparat keamanan, hingga warga biasa duduk sejajar tanpa sekat untuk menikmati hidangan syukur. Kebersamaan ini disusul dengan penyerahan trofi juara kirab Grebeg Suro 2026 dan ditutup dengan pagelaran budaya wayang yang dipandu oleh dalang lokal hingga selesai.
Babinsa Desa Jambewangi Koramil 0825/19 Sempu, Serka Madroji, yang turut melakukan pemantauan dan pengamanan melekat sejak awal acara bersama Bhabinkamtibmas Aipda Sunaryo dan jajaran Linmas, memastikan bahwa perhelatan besar ini berakhir dengan aman. “Kami bersyukur, dengan massa mencapai seribu orang, seluruh giat malam ini berjalan dengan sangat aman, tertib, dan lancar tanpa kendala apa pun,” pungkasnya saat melaporkan situasi kondisi lapangan kepada Komandan Koramil.***
