RADAR BLAMBANGAN.COM, | Aceh, – Perbedaan pendapat dalam menyikapi pembangunan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, di tengah upaya percepatan pemulihan pascabencana, yang lebih dibutuhkan saat ini adalah kolaborasi, dukungan, dan pengawasan yang konstruktif agar pembangunan dapat berjalan dengan baik.
Kita perlu memberikan kesempatan kepada Pelaksana Tugas Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, beserta seluruh jajaran BPJN Aceh untuk menuntaskan tugas yang diamanahkan oleh Kementerian PUPR. Sebagai putra Aceh, beliau tentu memahami pentingnya konektivitas jalan nasional bagi kemajuan daerah, khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Faktanya, pascabencana BPJN Aceh bersama Kementerian PUPR dan Satgas Galapana DPR RI telah turun langsung meninjau kondisi Jalan dan Jembatan Enang-Enang. Peninjauan tersebut menunjukkan adanya langkah awal untuk melihat kondisi lapangan secara langsung dan menyusun solusi yang tepat, bukan hanya perbaikan sementara, tetapi pembangunan permanen yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
Yang perlu dipahami, membangun infrastruktur strategis tidak cukup hanya dengan memperbaiki kerusakan yang terlihat hari ini. Pemerintah juga harus mempertimbangkan aspek teknis, keamanan, keberlanjutan, kesiapan anggaran, hingga manfaat ekonomi bagi masyarakat dalam jangka panjang.
Aceh Tengah dan Bener Meriah memiliki potensi besar melalui kopi Gayo yang telah dikenal di dunia. Karena itu, pembangunan jalan nasional harus dipandang sebagai investasi masa depan. Jalan yang memadai akan membuka akses logistik yang lebih efisien, termasuk mendukung angkutan kontainer, sehingga biaya distribusi dapat ditekan dan daya saing daerah semakin meningkat.
Harapan masyarakat bukan sekadar jalan yang bisa dilewati hari ini, tetapi jalan yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi puluhan tahun ke depan. Karena itu, berbagai alternatif seperti penataan trase jalan, pembangunan akses yang lebih aman, maupun pembangunan jembatan permanen perlu dikaji secara matang agar menghasilkan solusi terbaik.
Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh daerah, organisasi, dan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengawal serta mendukung pembangunan yang sedang direncanakan. Kritik tentu penting sebagai bagian dari pengawasan publik, namun hendaknya disertai solusi dan semangat membangun.
Saat ini yang lebih dibutuhkan adalah sinergi antara pemerintah pusat, Kementerian PUPR, BPJN Aceh, pemerintah daerah, DPR RI, dan seluruh masyarakat agar pembangunan Jalan Nasional Aceh Tengah Bener Meriah dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Mari kita dukung BPJN Aceh untuk mewujudkan pembangunan jalan dan jembatan permanen yang menjadi fondasi kemajuan Aceh Tengah dan Bener Meriah, demi meningkatkan konektivitas, memperkuat perekonomian daerah, dan membuka masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.
Kita perlu memberikan kesempatan dan dukungan penuh kepada Pelaksana Tugas Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, putra terbaik Aceh yang dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk memimpin pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Aceh.
Pascabencana, pihak BPJN Aceh telah turun langsung meninjau kondisi jalan dan Jembatan Enang-Enang bersama Kementerian PUPR dan Satgas Galapana DPR RI. Peninjauan tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mencari solusi terbaik, bukan sekadar solusi sementara, melainkan pembangunan jalan dan jembatan permanen yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.
Kita tentu bisa saja membangun jembatan di lokasi yang ada saat ini. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana menghadirkan infrastruktur yang memiliki nilai strategis bagi masa depan Aceh Tengah dan Bener Meriah. Pembangunan harus dirancang dengan visi jauh ke depan agar benar-benar menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan.
Salah satu potensi terbesar daerah ini adalah kopi Gayo. Namun, bagaimana hasil kopi dapat bersaing di pasar dunia apabila akses jalan nasional belum memadai? Infrastruktur jalan yang baik menjadi kunci utama agar distribusi hasil perkebunan dapat dilakukan secara efisien, termasuk menggunakan angkutan kontainer.
Harapan kita, ke depan kopi dari Takengon dan Bener Meriah tidak lagi harus melalui proses klaim, karantina, dan administrasi ekspor di luar daerah. Kita ingin seluruh proses tersebut dapat dilakukan langsung dari Aceh Tengah dan Bener Meriah sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat posisi kopi Gayo di pasar internasional.
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, diperlukan akses jalan yang mampu dilalui kendaraan kontainer. Karena itu, dalam peninjauan lapangan bersama Kementerian PUPR, BPJN Aceh, dan Satgas Galapana DPR RI, muncul gagasan agar trase jalan ditata lebih baik, termasuk membuka jalur baru dari bagian atas apabila memungkinkan serta membangun jembatan layang sebagai solusi jangka panjang demi memperpendek akses dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Komunikasi antara Satgas Galapana DPR RI dengan Menteri PUPR juga telah dilakukan, dan pada prinsipnya mendapat respons positif untuk mencari solusi terbaik bagi pembangunan ruas jalan strategis Aceh Tengah–Bener Meriah.
Oleh karena itu, mari kita memberikan dukungan kepada pemerintah, Kementerian PUPR, dan BPJN Aceh agar pembangunan ini dapat segera direalisasikan. Saat ini yang dibutuhkan bukanlah mendorong pergantian pimpinan BPJN, melainkan memperkuat sinergi dan memberikan kepercayaan kepada BPJN Aceh di bawah kepemimpinan Plt. Zulkarnaini untuk menuntaskan pembangunan jalan dan jembatan yang menjadi harapan masyarakat.
Mari kita bersatu mendukung pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada masa depan, demi kemajuan Aceh, khususnya Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Januar Effendi S.IP
Kordinator Posko Galapana Satgas DPR RI Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah
