RADAR-BLAMBANGAN.COM | PEKANBARU – Upaya penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan Satgas Udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Dalam dua hari terakhir, pelaksanaan OMC sebanyak tujuh sorti turut membantu memaksimalkan pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan di berbagai wilayah Provinsi Riau, Minggu (20/9/26).
Hasilnya, hujan dengan intensitas ringan, sedang hingga lebat terjadi secara meluas di hampir seluruh wilayah Riau. Kondisi tersebut memberikan dampak positif terhadap penanganan Karhutla, khususnya dalam menekan jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah hotspot di Provinsi Riau mengalami penurunan drastis. Dari sebelumnya yang tersebar di sejumlah wilayah, kini hanya tersisa tiga titik, masing-masing terpantau di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), dan Kota Dumai.
Data tersebut sejalan dengan hasil pemantauan sebaran penakar AWS/ARG di Provinsi Riau pada 18 September 2026, yang menunjukkan kejadian hujan secara spasial terjadi hampir di seluruh wilayah Riau dengan intensitas yang bervariasi, mulai dari hujan sangat ringan hingga lebat.
Kondisi cuaca tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam membantu menekan potensi dan perkembangan Karhutla. Hujan yang turun di berbagai wilayah turut membasahi lahan serta mengurangi kondisi kering yang dapat mendukung meluasnya kebakaran.
Meski jumlah hotspot telah menurun signifikan, Satgas Udara Karhutla Riau tetap melaksanakan pemantauan dan operasi secara berkelanjutan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya kembali titik api.***
