RADAR BLAMBANGAN.COM, | JOMBANG – Lapas Jombang terus berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. Langkah nyata ini dibuktikan melalui jalinan sinergi strategis dengan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang dalam hal pembinaan kemandirian bagi para warga binaan.
Kerja sama ini difokuskan pada pemberian edukasi, serta pendampingan teknis mengenai tata cara beternak yang baik dan produktif. Melalui program ini, para petugas dan warga binaan tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga dilibatkan langsung dalam pengelolaan peternakan di dalam area asimilasi Lapas, mulai dari pemilihan bibit, manajemen pakan, hingga pencegahan penyakit ternak.
Rino Soleh Sumitro selaku Kalapas Jombang menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah krusial untuk memastikan program pembinaan kemandirian berjalan sesuai standar sektor peternakan yang modern.
“Kami ingin memastikan bahwa keterampilan yang didapatkan warga binaan di sini adalah ilmu yang valid dan terukur. Dengan menggandeng Dinas Peternakan, kita tidak hanya sekadar memberi kesibukan, tetapi benar-benar mencetak tenaga kerja siap pakai di bidang peternakan setelah mereka bebas nanti,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Dinas Peternakan Kabupaten Jombang menyambut baik inisiatif ini. Mereka menerjunkan tim ahli yaitu Fatkhur Rohman dan Muhammad Seva untuk memantau kesehatan hewan ternak serta memberikan sosialisasi. Kehadiran dinas terkait memastikan bahwa output dari peternakan Lapas Jombang memiliki kualitas yang baik dan layak bersaing di pasar lokal.
Selain berkontribusi langsung pada ketersediaan pangan di wilayah Jombang, program ini diharapkan mampu mengubah stigma negatif masyarakat terhadap mantan narapidana. Dengan bekal keahlian budidaya ternak yang mandiri, para warga binaan diharapkan dapat kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif dan mampu menopang ekonomi keluarga secara halal.
Hingga saat ini, program peternakan di Lapas Jombang terus menunjukkan tren positif dan diproyeksikan akan terus berkembang dengan penambahan komoditas ternak baru secara bertahap. (Mahmudah)
