RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta, – Isu kesejahteraan anggota kepolisian kembali menjadi sorotan. Pengamat sekaligus tokoh masyarakat, Agus Flores, menegaskan bahwa persoalan gaji polisi bukan lagi hal yang bisa ditunda, melainkan sudah masuk kategori mendesak.
Menurutnya, beban ekonomi yang dihadapi anggota di lapangan semakin berat, sementara kebutuhan rumah tangga terus meningkat. Kondisi ini, kata dia, berpotensi memicu tekanan dalam keluarga hingga mendorong anggota mencari penghasilan tambahan di luar tugas utama.
“Ini persoalan serius. Kalau gaji tidak naik, dampaknya langsung ke keluarga. Kebutuhan pokok seperti beras dan biaya sekolah anak harus tetap terpenuhi,” tegas Agus.
Ia juga menyinggung minimnya jaminan langsung dari negara terhadap kebutuhan dasar keluarga anggota, khususnya dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil. Menurutnya, negara perlu hadir secara konkret untuk memastikan kesejahteraan aparat yang berada di garis depan penegakan hukum.
Lebih lanjut, Agus menilai peningkatan kesejahteraan bukan hanya soal kemanusiaan, tetapi juga berkaitan langsung dengan profesionalitas dan integritas institusi. Anggota yang sejahtera dinilai akan lebih fokus dalam menjalankan tugas, sehingga potensi pelanggaran atau penyimpangan dapat diminimalisir.
“Kalau kebutuhan dasar terpenuhi, anggota bisa bekerja lebih tenang dan profesional. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema penggajian dan tunjangan anggota kepolisian, agar sejalan dengan risiko tugas dan tuntutan kerja di lapangan.
Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa reformasi di tubuh kepolisian tidak hanya menyangkut penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi dengan perhatian serius terhadap kesejahteraan personel dan keluarganya. (Mahalik)
