RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Suasana haru menyelimuti Lembaga Rehabilitasi Pencegahan dan Pemberdayaan Narkoba (LRPPN) Bhakti Indonesia Banyuwangi saat menggelar acara pelepasan residen, Bro Dista Aditiya Pratama. Tangis keluarga, pelukan hangat, dan doa bersama menjadi saksi berakhirnya perjalanan panjang melawan ketergantungan narkoba serta dimulainya lembaran baru kehidupan yang lebih baik. Jumat, (3/7/26)
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri Ketua IPWL LRPPN Bhakti Indonesia Banyuwangi Mohammad Hiksan, MM, Kepala BNNK Banyuwangi, Kasatresnarkoba Polresta Banyuwangi, Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi, jajaran staf dan SDM LRPPN Bhakti Indonesia Banyuwangi, serta keluarga besar Bro Dista Aditiya Pratama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan Basmallah, dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol semangat untuk kembali menjadi pribadi yang berguna bagi bangsa dan negara. Seluruh hadirin larut dalam suasana penuh rasa syukur atas keberhasilan Bro Dista menyelesaikan program rehabilitasi.
Dalam sambutannya, Ketua IPWL LRPPN Bhakti Indonesia Banyuwangi, Mohammad Hiksan, MM, menyampaikan apresiasi atas tekad dan semangat Bro Dista selama menjalani proses pemulihan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk mempertahankan komitmen hidup sehat dengan dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan.
Puncak acara terjadi saat prosesi pelepasan residen. Dengan mata berkaca-kaca, Bro Dista bersimpuh di hadapan kedua orang tuanya. Ia melakukan sungkeman sebagai ungkapan penyesalan, permohonan maaf, sekaligus rasa terima kasih atas cinta, doa, dan kesabaran keluarga yang tak pernah berhenti mendampinginya.
Tangis haru pun pecah. Suasana emosional itu menyentuh hati seluruh tamu yang hadir. Pelukan hangat keluarga menjadi simbol bahwa harapan selalu ada bagi mereka yang bersungguh-sungguh ingin berubah.
Dalam kesempatan tersebut, Bro Dista juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pembimbing, staf, dan rekan sesama residen yang telah menjadi keluarga selama menjalani proses rehabilitasi. Menurutnya, dukungan, motivasi, dan kebersamaan yang ia rasakan menjadi kekuatan terbesar untuk bangkit dari masa lalu.
Sebagai bentuk apresiasi, LRPPN Bhakti Indonesia Banyuwangi menyerahkan cinderamata kepada Bro Dista sebagai simbol penghargaan sekaligus doa agar ia mampu menjaga komitmen dan menapaki masa depan yang lebih cerah.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, dan foto bersama seluruh tamu undangan. Momen tersebut menjadi pengingat bahwa rehabilitasi bukan sekadar menyembuhkan ketergantungan narkoba, tetapi juga mengembalikan harapan, memulihkan kepercayaan diri, serta mempererat kembali ikatan dengan keluarga dan masyarakat.
Pelepasan Bro Dista menjadi bukti bahwa perubahan selalu mungkin terjadi. Dengan kemauan yang kuat, dukungan keluarga, dan pendampingan yang tepat, setiap individu memiliki kesempatan untuk bangkit, menata masa depan, dan kembali menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.(mh)
