RADAR BLAMBANGAN.COM, | JEMBER TIMUR – Komitmen memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas kopi terus digaungkan oleh Tim Ngopi bersama para petani di Desa Sidomulyo, lereng Gunung Gumitir, Jember Timur. Melalui rutinitas Jumat Berkah, para petani tidak hanya mempererat kebersamaan, tetapi juga memperkuat kapasitas dan wawasan dalam pengelolaan kebun kopi yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Kegiatan yang digelar setiap pekan tersebut menjadi ruang diskusi sekaligus ajang berbagi pengalaman antarpetani. Tim Ngopi mendorong lahirnya petani yang berkarakter, cerdas, dan inovatif dalam mengelola lahan. Salah satu fokus utama adalah penerapan teknik stek dan sistem tumpang sari antara kopi lokal dengan kopi klon unggulan.
Tahun ini, kopi klon Hikmah Jember jenis robusta tengah menjadi perbincangan karena produktivitasnya yang tinggi. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan yang relatif terbatas mampu menghasilkan panen yang melimpah. Hal ini menjadi harapan baru bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan tanpa harus membuka lahan baru.
Selain peningkatan produksi, Tim Ngopi juga menekankan pentingnya menjaga kesuburan alam Desa Sidomulyo. Kawasan lereng Gunung Gumitir yang dikenal subur dianggap sebagai anugerah Tuhan yang harus dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab. Prinsip pertanian berkelanjutan menjadi landasan agar hasil yang diperoleh tetap sejalan dengan kelestarian lingkungan.
“Alam yang subur ini adalah karunia yang harus kita rawat. Kita ingin menjadi petani yang pintar mengelola lahan, bukan hanya mengejar hasil, tetapi juga menjaga keseimbangan,” ungkap salah satu perwakilan Tim Ngopi.
Melalui gerakan sederhana namun konsisten dalam program Jumat Berkah, Tim Ngopi bersama petani Sidomulyo berharap kopi Jember Timur semakin dikenal luas, sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Kebersamaan, inovasi, dan rasa syukur menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan pertanian kopi yang lebih baik. (Amin)
