RADAR BLAMBANGAN.COM, | JOMBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran baru. Setelah sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah untuk penyesuaian operasional dan evaluasi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mancar 1, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, kembali mendistribusikan makanan bergizi kepada ribuan penerima manfaat.
Pengiriman makanan mulai dilakukan pada Minggu (12/7/2026) sebagai persiapan pelayanan penuh saat aktivitas belajar mengajar kembali berlangsung. Kembalinya operasional MBG menjadi angin segar bagi para siswa, tenaga pendidik, serta masyarakat yang selama ini merasakan manfaat program tersebut.
Penghentian sementara layanan MBG sebelumnya dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Periode Hari Libur dalam rangka Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026. Dalam ketentuan tersebut, operasional MBG dihentikan sementara mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
Meski distribusi makanan dihentikan sementara, BGN menegaskan bahwa keamanan dan kesiapan operasional seluruh SPPG tetap dijaga. Petugas keamanan tetap bertugas selama 24 jam secara bergiliran guna memastikan seluruh aset, peralatan, dan fasilitas tetap aman serta siap digunakan saat layanan kembali dibuka.
Asisten Lapangan (Aslap) SPPG Mancar 1, Bagus, mengatakan hari pertama pelaksanaan kembali difokuskan pada kualitas dan kuantitas makanan agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Pada hari pertama ini kami memprioritaskan kualitas dan kuantitas makanan. Program MBG harus berjalan dalam jangka panjang sehingga mutu makanan yang diberikan benar-benar mampu menjaga kebutuhan gizi generasi emas Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Mancar 1, Sulis, memastikan seluruh proses produksi hingga distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat. Menu yang disiapkan pada hari pertama adalah ayam kecap, dengan sasaran sekitar 1.900 siswa serta lebih dari 300 penerima manfaat kategori B3.
“Kami melakukan pengecekan secara teliti terhadap kualitas maupun jumlah makanan. Jangan sampai ada masalah dalam pengiriman akibat kurangnya pengawasan mutu. Kepuasan dan kesehatan penerima manfaat menjadi prioritas utama kami,” tegas Sulis.
Antusiasme juga datang dari masyarakat. Salah seorang kader Posyandu menyambut baik beroperasinya kembali Program MBG. Ia berharap kualitas menu terus ditingkatkan sehingga para penerima manfaat memperoleh makanan yang sehat, bergizi, dan disukai anak-anak.
“Kami berharap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ini terus berjalan dengan menu yang semakin baik. Walaupun nilai anggaran per porsi berkisar Rp10.000 dan Rp8.000, semoga makanan yang diberikan tetap lezat, bergizi, dan bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak,” ungkapnya.
Dengan kembali beroperasinya SPPG di berbagai daerah, Program MBG diharapkan mampu terus mendukung peningkatan kualitas gizi peserta didik sekaligus menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
(Bambang Tariono)
