RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Seorang wali murid yang mengaku memiliki anak bersekolah di SD Negeri di Genteng menyampaikan keluhan terkait dugaan penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) melalui koperasi sekolah dengan harga yang dinilai cukup tinggi.
Pengadu yang meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir mendapat tekanan maupun perundungan dari lingkungan paguyuban wali murid mengaku bahwa paket LKS untuk siswa kelas 1 dijual melalui koperasi sekolah dengan harga sekitar Rp150.000.
Menurut pengadu, harga tersebut dinilai jauh lebih mahal dibandingkan dengan sekolah lain. Ia menyebut, di SD Negeri lain di Genteng, kebutuhan LKS tidak dibeli melalui sekolah, melainkan di toko dengan harga sekitar Rp80.000.
” Bahwa di sd negeri tersebut masih memperjual belikan buku lks dengan harga mahal di koprasi sekolah dengan harga kelas 1, 150rb , sedangkan di sdn lain belinya bukan di sekolah melainkan di toko lain dengan harga hanya 80rb , dan syarat membeli buku tersebut dengan membuat surat pernyataan,” ujar pengadu.
Selain persoalan harga, pengadu juga mengaku diminta menandatangani surat pernyataan yang menyebutkan bahwa pembelian dilakukan tanpa paksaan sebagai syarat untuk dapat membeli LKS di koperasi sekolah.
Tak hanya itu, pengadu mengaku telah menyampaikan keluhannya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi melalui akun Instagram resmi. Namun, hingga saat ini, menurut pengadu, belum ada tanggapan ataupun tindak lanjut yang diterimanya.
Pengadu berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi segera melakukan penelusuran terhadap mekanisme pengadaan dan penjualan LKS di SD Negeri di Genteng, termasuk memastikan seluruh proses telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan tidak membebani orang tua siswa.
Disisi lain Kepala dinas Pendidikan, Alfan, Pengaduan walimurid tersubut diteruskan ke Korwil SD untuk ditindaklanjuti.
“Saya teruskan ke Korwil utk dikonfirmasi,” kata Kadis Pendidikan Banyuwangi.***
