RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JEMBRANA, BALI, – Semangat menjaga bumi dan menyelamatkan ekosistem pesisir menggema di Kabupaten Jembrana. Sebanyak 9.200 pohon mangrove ditanam secara serentak di kawasan Tuwed Park, Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan besar yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026 tersebut mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen. Wakapolres Jembrana Kompol I Ketut Darta, S.H., M.H., hadir mewakili Kapolres Jembrana sebagai bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat sinergi bersama masyarakat.
Tidak sekadar seremoni, kegiatan penghijauan tersebut menjadi momentum kuat bersatunya TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga masa depan kawasan pesisir.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, S.H., Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, S.E., M.M., Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf. Syarifuddin Gafur Thalib, S.I.P., M.Si., serta jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah dan berbagai unsur masyarakat.
Sekitar 1.400 peserta turun langsung dalam kegiatan tersebut. Ribuan tangan bergerak bersama menanam mangrove, menciptakan pemandangan yang menjadi simbol kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.
Wakapolres Jembrana Kompol I Ketut Darta menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah dan masyarakat tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melalui aksi sosial dan kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Sinergi dan kebersamaan seperti ini sangat penting. Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kegiatan penanaman mangrove ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan mangrove memiliki peran penting bagi keberlangsungan ekosistem pesisir. Karena itu, upaya penghijauan tidak boleh berhenti setelah pohon ditanam.
Perawatan dan pengawasan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar ribuan mangrove tersebut benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat dalam jangka panjang.
Selain aksi penanaman mangrove, kegiatan diawali dengan apel bersama yang dipimpin Danrem 163/Wira Satya. Selanjutnya dilakukan foto bersama sebagai simbol kekompakan dan sinergi seluruh unsur yang hadir.
Kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 650 paket sembako disalurkan kepada masyarakat melalui perwakilan desa-desa se-Kecamatan Melaya.
Kegiatan ini melibatkan personel Kodim 1617/Jembrana, Koramil 1617-03/Melaya, Polres Jembrana, Polsek Melaya, Sat Brimobda Pelopor C Gilimanuk, TNI AL, Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 928/Brata Sena Yudha, Yonif 741/Garuda Nusantara, purnawirawan TNI, Perbekel se-Kecamatan Melaya, perangkat desa, Bendesa Adat, pelajar, Pramuka hingga masyarakat.
Aksi 9.200 mangrove ini bukan hanya menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 TNI, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.
Wakapolres Jembrana pun menegaskan bahwa Polres Jembrana akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang memperkuat sinergi lintas sektoral sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi dilanjutkan dengan kepedulian untuk merawat dan menjaga mangrove yang sudah ditanam, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Dengan ditanamnya 9.200 pohon mangrove dan melibatkan sekitar 1.400 peserta, pesisir Tuwed kini tidak hanya menjadi saksi peringatan HUT ke-81 TNI, tetapi juga menjadi simbol kuat persatuan TNI-Polri, pemerintah dan rakyat dalam menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.
(Echa)
