RADAR BLAMBANGAN.COM, | JOMBANG – Lapas Jombang kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kali ini, Lapas Jombang menggelar aksi sosial dengan membagikan sayuran segar hasil panen karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kepada masyarakat pengunjung di Lapas Jombang menggandeng mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) yang sedang berkunjung, Senin (8/6).
Sayuran segar seperti sawi, kangkung, dan bayam yang dibagikan ini merupakan produk nyata dari program pembinaan kemandirian bidang agrobisnis di dalam Lapas. Melalui perawatan yang tekun oleh para warga binaan di area brandgang dan lahan asimilasi, hasil panen kali ini tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal, tetapi juga disalurkan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Aksi bagi-bagi sayur gratis ini terasa berbeda karena melibatkan langsung para mahasiswa Ubaya yang sedang melaksanakan studi ekskursi. Bersama petugas Lapas, mahasiswa tampak antusias membagikan paket sayuran kepada pengguna layanan kunjungan di Lapas Jombang.
“Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Jombang berjalan dengan produktif. Hari ini, kami sangat senang karena bisa berkolaborasi dengan adik-adik mahasiswa Ubaya. Ini mengajarkan kepada kita semua bahwa di balik jeruji besi, ada tangan-tangan produktif yang menghasilkan kemanfaatan bagi masyarakat luar,” ujar Kalapas Jombang.
Keterlibatan mahasiswa psikologi dalam kegiatan ini juga memberikan dimensi edukasi yang mendalam. Mereka dapat melihat langsung bagaimana hasil dari sebuah proses pembinaan mental dan keterampilan mampu mengubah perilaku warga binaan menjadi lebih positif dan kontributif.
Aksi sosial ini mendapat sambutan hangat dan senyum sumringah dari masyarakat. Banyak warga yang tidak menyangka bahwa sayuran berkualitas tersebut merupakan hasil keringat dan kerja keras para warga binaan Lapas Jombang.
Dengan adanya kegiatan kolaboratif ini, Lapas Jombang dan mahasiswa Ubaya berharap dapat terus menginspirasi masyarakat untuk menghapus stigma negatif terhadap warga binaan. Di bawah pembinaan yang tepat, para WBP terbukti mampu melahirkan karya nyata yang bermanfaat sebelum mereka sepenuhnya kembali ke tengah masyarakat. (Mahmudah)
