Herman Sjahthi, S.H., M.Pd., M.Th., CBC.
(Sekbid Organisasi & Kaderisasi PGRI Kab. Banyuwangi)
RADAR BLAMBANGAN.COM, | Silaturahmi dan ngopi bareng menjadi lebih dari sekadar agenda kebersamaan. Kegiatan ini merupakan ruang dialog yang hangat, bermartabat, dan produktif antara Pengurus PGRI Kabupaten Banyuwangi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam membangun kesamaan visi untuk memajukan dunia pendidikan. Di bawah kepemimpinan Sudarman, S.Pd., M.Si., yang akrab disapa (“Eyang Kakung”), PGRI Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya sebagai organisasi profesi yang tidak hanya menjaga soliditas internal, tetapi juga aktif membangun komunikasi yang harmonis dengan para pemangku kebijakan.
Momentum tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si., Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Suratno, S.Pd., M.Pd., serta Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Alfian, M.Pd. Kehadiran para pejabat daerah ini menjadi simbol kuat bahwa pembangunan pendidikan memerlukan kolaborasi, dialog yang terbuka, dan sinergi yang berkesinambungan antara pemerintah dengan organisasi profesi guru sebagai mitra strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
Dalam suasana yang penuh keakraban, berbagai aspirasi terkait kesejahteraan, perlindungan profesi, peningkatan kompetensi, hingga tantangan yang dihadapi para pendidik menjadi bagian dari diskusi yang konstruktif. PGRI Kabupaten Banyuwangi menegaskan bahwa organisasi harus senantiasa hadir di tengah anggotanya, terutama ketika para guru membutuhkan pendampingan, pembelaan, dan perjuangan atas hak-hak profesional maupun hak-hak normatif yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Kehadiran organisasi akan memiliki makna apabila mampu menjadi rumah perjuangan bagi setiap guru.
Semangat yang dibangun dalam silaturahmi ini mencerminkan bahwa memperjuangkan hak-hak guru bukanlah semata-mata tuntutan administratif, melainkan investasi strategis bagi masa depan pendidikan. Guru yang memperoleh kepastian hukum, perlindungan profesi, penghargaan yang layak, dan ruang pengembangan diri akan mampu menjalankan tugas pendidikan secara lebih optimal. Oleh karena itu, sinergi antara PGRI dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadi fondasi penting dalam menghadirkan kebijakan pendidikan yang berkeadilan, berpihak kepada guru, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan.
Pada akhirnya, secangkir kopi yang tersaji dalam suasana kekeluargaan menjadi simbol lahirnya komitmen bersama. Dari meja sederhana itu tumbuh semangat untuk terus menjaga komunikasi, mempererat persaudaraan, serta membangun kolaborasi yang nyata demi memastikan bahwa setiap guru di Kabupaten Banyuwangi merasakan kehadiran PGRI sebagai organisasi yang siap mendengar, mendampingi, dan memperjuangkan kepentingan anggotanya. Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya diukur dari banyaknya anggota, melainkan dari kesungguhannya hadir dan memberikan solusi ketika anggotanya membutuhkan perlindungan, kepastian, dan harapan.
HS.
