RADAR BLAMBANGAN.COM, | SITUBONDO – Deru alat berat masih terdengar di sejumlah titik perbukitan Situbondo. Di tengah lanskap Tapal Kuda yang bergelombang, pembangunan ruas tol terus dipacu. Rabu (25/2/2026), Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak datang langsung memastikan satu hal penting: jalur ini harus siap menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Ruas yang ditinjau merupakan bagian dari proyek strategis Tol Probolinggo–Situbondo, membentang dari Gending hingga Besuki. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan jalur tersebut dibuka secara fungsional mulai H-10 Lebaran, sebagai langkah antisipasi lonjakan kendaraan menuju kawasan Tapal Kuda.
“Masih ada sekitar 13 hari menuju H-10. Teman-teman bekerja siang malam agar jalur ini bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Emil di sela peninjauan.
Mengejar Waktu, Menjamin Keselamatan
Ruas yang disiapkan mencakup Gending–Kraksaan, Kraksaan–Paiton, hingga Paiton–Besuki. Sistem kerja 24 jam diterapkan untuk mengejar target operasional fungsional. Namun Emil menegaskan, percepatan tak boleh mengorbankan aspek keselamatan.
Pada paket 3 ruas Paiton–Besuki sepanjang 25,7 kilometer, tantangan terbesar justru datang dari kontur wilayah. Jalan tol harus membelah perbukitan dengan elevasi yang tidak sederhana. Beberapa titik bahkan masih menjalani pembongkaran lapisan beton guna memastikan permukaan jalan benar-benar rata dan aman dilalui.
“Mainroad sudah selesai, tetapi masih ada beberapa titik yang perlu disempurnakan. Secara teknis memang cukup rumit,” jelasnya.
Memangkas Waktu, Membuka Harapan
Bagi masyarakat Tapal Kuda, pembukaan fungsional ruas Gending–Paiton bukan sekadar tambahan jalur. Ia menjadi harapan untuk memangkas waktu tempuh dan mengurai kepadatan yang kerap terjadi saat puncak arus mudik.
Wilayah pesisir utara Jawa Timur ini selama bertahun-tahun menjadi simpul lalu lintas padat saat musim Lebaran. Dengan hadirnya jalur tol, beban jalan nasional diharapkan berkurang signifikan.
Namun pembukaan ini bersifat sementara. Setelah periode Lebaran usai, ruas tol akan kembali ditutup untuk penyempurnaan hingga memenuhi standar operasional penuh. Langkah ini diambil agar saat resmi beroperasi permanen, seluruh aspek teknis dan keselamatan telah terpenuhi.
Infrastruktur dan Efek Berganda
Lebih jauh, Emil menekankan bahwa kehadiran tol bukan hanya soal kelancaran mudik. Infrastruktur ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi kawasan. Akses logistik yang lebih cepat diyakini akan memperkuat sektor industri, pertanian, hingga pariwisata di sepanjang koridor Probolinggo–Situbondo.
Menariknya, di balik medan teknis yang menantang, ruas Paiton–Besuki juga menyuguhkan panorama laut dari ketinggian. Sebuah kombinasi antara infrastruktur modern dan lanskap alam yang khas.
Di Tapal Kuda, proyek ini bukan hanya membangun jalan. Ia sedang merangkai konektivitas, memperpendek jarak, sekaligus membuka babak baru pergerakan ekonomi Jawa Timur.***
