RADAR BLAMBANGAN.COM, | Kontrol sosial dan pendistribusian rasa keadilan menjadi sebuah pendobrak kotak pandora ketika para pemegang kewenangan dan palu keadilan dirasa timpang dan keberpihakan. Peran aktif para kaum jurnalis dan media berfungsi meluruskan substansi dalam sebuah narasi yang investigatif yang objektif tersusun sebagai sajian informasi yang mencerdaskan kehidupan berbangsa bernegara.
Paradigma dari sebuah sudut pandang tentunya dipengaruhi latar belakang dari wawasan dan pengaruh lingkungan seseorang. Namun perkembangan informasi yang membanjiri kehidupan saat ini, semakin memperbanyak khasanah dan literasi yang berkembang. Bahkan unsur politis, budaya dan figur ketokohan daerah saat ini, juga menjadi salah satu faktor pengaruh besar, dalam membentuk karakter berkembangnya pemikiran maupun mata rantai budaya masyarakatnya daerah.
Situasi ini, akan dianggap sangat penting, bahwa peran kaum pena media menjaga rasionalitas berfikir dan kecerdasan menyelesaikan masalah secara bijak dan distributif. Narasi sebuah karya tulis para kaum jurnalis dapat diterima sebagai masukan positif/negatif sebagai kedewasaan atau tingkatan penyelesaian masalah pada value yang berbeda.
Sudut pandang ini akan menentukan, sejauh mana pemahaman berfikir dalam tingkatan kepemimpinan yang berkembang di masyarakat. Pada satu titik, karya tulis dari sebuah pena media, akan berdampak/memberikan impact ekonomi pembangunan dan sosial budaya.
Contoh konkrit, misalkan memaknai sesuatu perbedaan dari sebuah sudut pandang apa yang dimaksud “pengentasan kemiskinan” akan berkembang perspektif yang berbeda. Masyarakat miskin menurut pemerintah adalah keluarga yang bertahan hidup dengan rupiah 500 ribu, atau UMR.
Pecandu narkoba adalah korban atau pelaku kejahatan, demikian juga pelaku korupsi adalah “maling kakap” atau “maling teri” pecandu perjudian adalah penyakit sosial terjadi karena minimnya lapangan kerja. Narasi pena media, menentukan kedewasaan penyelesaian pada mereka yang diangkat sebagai pemimpin dalam lingkip kecil kedaerahan sekalipun.
Objektifitas dalam narasi kaum jurnalis pena media, memberikan data fakta, yang akan ditelaah dan opini yang berkembang di tengah masyarakat. Masyarakat adalah pengamat yang jujur dalam memberikan pendapat dan penilaian, dan kaum cendikia dan berwawasan haruslah memberikan sebuah opini sehat dan rasionaalitas, dalam penguatan nilai-nilai kehidupan yang patut dijaga sebagai penjaga moralitas dan budaya sehat ditengah masyarakat.
Memperbanyak narasi opini dan pendapat menunjukkan kedewasan demokrasi, berbangsa dan bernegara. Pena media kaum jurnalis, sebagai kontribusi real, dalam menjaga “on the track“nya budaya dan martabat masyarakat yang saling mencerdaskan.
