RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi – Pergerakan arus balik Lebaran 1447 Hijriah di lintasan penyeberangan Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk mulai menunjukkan peningkatan signifikan pada H+3, Selasa (24/3/2026). Meski volume kendaraan dan penumpang terus mengalir, kondisi operasional tetap terkendali dan relatif lancar.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menyampaikan bahwa arus balik sudah terlihat sejak dini hari dan terus bergerak stabil hingga siang hari. Untuk menjaga ritme layanan, sebanyak 33 armada kapal feri dioperasikan dengan pola trip dan sandar yang dioptimalkan.
“Arus kendaraan dan penumpang terus mengalir. Kami memastikan operasional berjalan maksimal, baik dari sisi jumlah trip maupun pengaturan sandar kapal,” ujarnya.
Data operasional menunjukkan adanya pergeseran pola kendaraan. Pada H+2 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 38.212 orang, sedikit meningkat 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan paling mencolok terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 6.534 unit atau naik 34,2 persen. Sementara kendaraan roda empat tercatat 4.290 unit, mengalami penurunan 12,9 persen. Untuk kendaraan angkutan barang, truk meningkat menjadi 464 unit atau naik 30 persen.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang mencapai 11.571 unit, tumbuh 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun demikian, secara kumulatif sejak H-10 hingga H+2, jumlah penumpang tercatat 285.104 orang atau turun tipis 1,5 persen dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, total kendaraan justru mengalami kenaikan 1,2 persen menjadi 63.085 unit.
Dari pantauan lapangan, dominasi sepeda motor masih menjadi ciri khas arus balik tahun ini, disusul kendaraan pribadi. Fenomena ini menunjukkan tingginya mobilitas pemudik jarak menengah yang memilih kendaraan roda dua sebagai moda utama.
ASDP memperkirakan puncak arus balik di lintasan Ketapang–Gilimanuk akan terjadi pada 26 hingga 29 Maret 2026. Seiring dengan itu, optimalisasi layanan akan terus dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi penumpang dan kendaraan menuju Bali.***
