RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI — Konflik internal PDI Perjuangan di Kabupaten Banyuwangi kian memanas. Ratusan hingga ribuan kader akar rumput yang tergabung dalam jajaran pengurus PAC, ranting, anak ranting, hingga simpatisan secara terbuka menolak keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan terkait penetapan Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi.
Melalui pernyataan sikap tertanggal 22 Desember 2025, para kader secara tegas menolak penetapan Ana Aniaty sebagai Ketua DPC. Mereka menilai keputusan DPP tersebut sarat kepentingan elite dan mengabaikan aspirasi struktur partai di tingkat bawah yang selama ini menjadi ujung tombak kerja-kerja politik PDI Perjuangan di Banyuwangi.
Dalam dokumen pernyataan sikap yang beredar luas di ruang publik, kader menyebut penetapan ketua DPC tersebut tidak melalui mekanisme demokratis yang sehat serta tidak mencerminkan kehendak mayoritas kader. Penolakan ini sekaligus menjadi sinyal retaknya komunikasi antara DPP dengan struktur partai di daerah.
Tak hanya menolak, para kader juga melayangkan tuntutan keras kepada DPP agar segera mencabut keputusan penetapan Ketua DPC dan membentuk tim independen untuk turun langsung ke Banyuwangi guna mendengarkan aspirasi ratusan ribu kader yang merasa suaranya dibungkam.
Nada perlawanan semakin tegas ketika para kader memberikan ultimatum politik. Jika dalam waktu 7 x 24 jam tuntutan tersebut tidak direspons, kader PDI Perjuangan Banyuwangi menyatakan siap turun ke jalan melakukan aksi terbuka. Langkah ini menunjukkan bahwa konflik internal telah mencapai titik didih dan berpotensi mencoreng citra partai yang selama ini mengklaim diri sebagai partai wong cilik.
“Ini bukan sekadar persoalan jabatan, tetapi soal harga diri kader dan demokrasi internal partai. Kami menolak dipimpin oleh figur yang tidak lahir dari kehendak akar rumput,” demikian salah satu pernyataan yang tertuang dalam selebaran tersebut.
Pernyataan sikap itu ditutup dengan slogan keras “Merdeka atau Mati”, disertai tagar #BergerakMelawan, #SaveBanyuwangi, dan #TolakCalonBoneka. Frasa dan tagar tersebut memperkuat dugaan adanya kekecewaan mendalam kader terhadap pola pengambilan keputusan DPP yang dinilai elitis dan sentralistik.
Hingga berita ini diturunkan, DPP PDI Perjuangan belum memberikan tanggapan resmi atas penolakan terbuka dari kader Banyuwangi. Situasi ini membuka babak baru konflik internal partai dan berpotensi berdampak serius terhadap soliditas organisasi menjelang agenda-agenda politik ke depan.***
