RADAR BLAMBANGAN.COM, | BREBES – Kegembiraan liburan sekolah berubah menjadi tragedi memilukan. Ahmad Wafi Muafa (14), siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bulakamba, harus meregang nyawa setelah terseret derasnya arus saat berenang di Curug Rambu Kasang, Dusun Grogol, Desa Cisereh, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Senin (1/6/2026).
Pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIB, Wafi bersama dua sahabatnya, M. Wildan dan Faturahman, berangkat menuju lokasi wisata alam tersebut dengan penuh semangat. Mereka ingin menikmati kesegaran air curug di masa liburan. Namun takdir berkata lain. Perjalanan yang diawali canda dan tawa itu justru berakhir dengan air mata mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Sesampainya di Curug Rambu Kasang, Wafi dan Faturahman langsung turun ke sungai untuk berenang. Tanpa disadari, arus air yang tampak tenang ternyata menyimpan bahaya. Dalam hitungan detik, keduanya terseret derasnya aliran sungai.
Melihat teman-temannya dalam bahaya, Wildan yang berada di tepi sungai berusaha memberikan pertolongan. Dengan sekuat tenaga ia berhasil menarik Faturahman ke daratan. Namun nahas, genggaman tangan Wafi terlepas dan tubuh remaja itu hilang ditelan arus.
Panik dan terpukul, Wildan berlari menuju permukiman warga untuk meminta bantuan. Teriakannya memecah kesunyian Dusun Grogol. Warga bersama aparat segera melakukan upaya pencarian dengan melibatkan Tim SAR Gabungan, BPBD Brebes, PMI, serta relawan setempat.
Selama empat jam, harapan keluarga dan warga terus menggantung di tengah derasnya aliran sungai. Namun harapan itu akhirnya pupus ketika sekitar pukul 16.15 WIB, tubuh Wafi ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Ir. Soekarno Ketanggungan untuk pemeriksaan medis. Dokter yang menangani memastikan korban meninggal dunia akibat tenggelam, tanpa ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Suasana haru menyelimuti rumah sakit saat ayah korban, Nursalim, menerima kenyataan pahit kehilangan putra tercintanya. Dengan hati yang berat, keluarga memilih mengikhlaskan kepergian Wafi dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa pulang ke Desa Rancawuluh untuk dimakamkan.
Tragedi ini menjadi duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan warga sekitar. Curug Rambu Kasang yang biasanya menjadi tempat menikmati keindahan alam, kini meninggalkan kenangan pilu atas kepergian seorang pelajar yang masa depannya masih panjang.
Kapolsek Ketanggungan Iptu Rofik Hidayat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan wisata air. Ia meminta para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta memastikan kondisi arus sungai aman sebelum melakukan aktivitas berenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik keindahan alam, selalu ada potensi bahaya yang harus diwaspadai. Satu nyawa muda telah pergi, meninggalkan luka mendalam dan air mata yang tak mudah terobati.(mahal)
