RADAR BLAMBANGAN.COM.| LUMAJANG – Sebuah aksi kemanusiaan yang patut menjadi teladan datang dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Lumajang, Agus Salim. Di tengah kesibukannya memimpin institusi hukum, ia tertangkap kamera sedang melakukan aksi sosial di depan Masjid Agung Anas Mahfud, Lumajang, usai melaksanakan ibadah salat Jumat, 08 Mei 2026.
Bukan sekadar berbagi rejeki rutin, Agus Salim ternyata memiliki misi besar untuk mengentaskan anak-anak jalanan yang kerap meminta-minta, agar bisa kembali mengenyam pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih layak.
Aksi sosial ini terendus awak media usai pelaksanaan ibadah salat Jumat (08/05/2026), di masjid Agung Anas Mahfud, Agus Salim tampak membagikan santunan kepada sejumlah anak-anak dan orang tua yang kerap mangkal di depan gerbang masjid. Namun, bantuan tersebut ternyata bukan sekadar sedekah sesaat.
Hal ini rupanya bukan yang pertama kali. Selama beberapa minggu ini, Agus Salim secara konsisten mendekati para pengemis, khususnya mereka yang anak anak. Pola bantuan yang diberikan pun tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan pemberdayaan ekonomi.
Menurut informasi yang dihimpun, beberapa waktu lalu Agus Salim telah memberikan bantuan berupa modal usaha dan gerobak kepada orang tua anak-anak tersebut agar dapat berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Tujuannya jelas: agar orang tua mereka memiliki mata pencaharian yang layak dan tidak lagi membiarkan anak-anaknya turun ke jalanan untuk meminta-minta.
Saat diwawancarai lebih lanjut mengenai motivasinya melakukan aksi diam-diam ini, Agus Salim menjawab dengan rendah hati:
”Saya merasa terpanggil melihat pemandangan anak-anak kita yang seharusnya belajar di sekolah, justru harus menengadahkan tangan di depan rumah Allah. Kami mencoba membantu bukan hanya dengan memberi ‘ikan’, tapi juga ‘kailnya’. Melalui modal usaha dan gerobak ini, saya harap para orang tua bisa berjualan dengan mandiri. Saya hanya ingin melihat mereka berdaya dan anak-anaknya bisa kembali ke bangku pendidikan tanpa terbebani masalah ekonomi.”ujarnya.
Lebih lanjut, saya tidak tega melihat anak-anak yang masih kecil meminta-minta. Makanya tadi saya tanya rumahnya di mana, nanti saya akan berkunjung ke rumahnya untuk memberikan modal usaha dan gerobak kepada orang tuanya supaya bisa berjualan,” ucap Agus Salim.
Ia juga menegaskan bahwa anak-anak tersebut harus mendapatkan kesempatan untuk belajar dan menjalani masa kecil yang layak.
“Kasihan mereka. Ada yang tidak punya ayah, ada juga yang tidak punya ibu. Jika nanti saat saya kunjungi ternyata rumahnya memang tidak layak huni, nanti kita akan bantu rehab melalui program bedah rumah,” tambah Agus dengan nada haru.
Langkah nyata yang dilakukan oleh Kalapas Lumajang ini menuai apresiasi dari para jamaah Masjid Agung. Tindakan ini dinilai sebagai contoh kepemimpinan yang memiliki empati sosial tinggi. Agus Salim membuktikan bahwa pengabdian tidak terbatas pada tupoksi jabatan, melainkan tentang bagaimana kehadiran seorang pejabat mampu menjadi solusi bagi permasalahan sosial di sekitarnya.
Apa yang dilakukan Agus Salim membuktikan bahwa kepedulian sosial bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita, namun memiliki dampak besar bagi keberlangsungan hidup anak-anak yang kurang beruntung.
Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kepedulian, Agus Salim berharap tidak ada lagi anak-anak yang harus turun ke jalan untuk meminta-minta demi membantu ekonomi keluarga.
Kini, masyarakat berharap langkah ini dapat memicu semangat gotong royong di Lumajang, agar tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan masa indahnya karena harus bekerja atau meminta-minta di jalanan.
( uzi )
