RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta, – Pernyataan tegas dan penuh kontroversi kembali disampaikan oleh tokoh pemerhati sosial dan hukum, Agus Flores, yang menyoroti pentingnya pemahaman sejarah geologi dan asal-usul manusia Indonesia secara lebih mendalam. Dalam pandangannya, pendidikan tinggi saat ini dinilai terlalu berorientasi pada gelar semata, namun minim dalam penguasaan substansi ilmu pengetahuan, khususnya terkait sejarah bumi dan peradaban manusia.
Agus Flores menegaskan bahwa Indonesia tidak dapat dipahami hanya dari perspektif administratif atau politik modern, melainkan harus ditarik jauh ke belakang, hingga pada fase pergeseran lempeng bumi yang membentuk kepulauan Nusantara saat ini. Ia mengklaim bahwa secara geologis, wilayah Indonesia merupakan pecahan dari berbagai daratan besar seperti Cina, India, Yaman, hingga Melanesia Australia akibat dinamika pergeseran bumi.
“Mahasiswa jangan hanya berpikir soal uang dan titel. Harus membaca sejarah geologi Indonesia. Sebelum negara ini terbentuk, daratan kita ini bagian dari mana,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengaitkan keragaman fisik masyarakat Indonesia dengan latar belakang genetik yang menurutnya berasal dari berbagai bangsa besar dunia. Agus menyebut bahwa ciri wajah tertentu seperti mata agak sipit dan wajah bulat dikaitkan dengan keturunan Cina, sementara kulit gelap dengan struktur rahang tegas dan hidung mancung disebutnya memiliki kemiripan dengan garis keturunan Yaman atau India. Sementara itu, masyarakat Melanesia dinilai memiliki karakteristik tersendiri yang khas.
Tak hanya berhenti pada kajian geologi dan antropologi, Agus Flores juga mengkritik pola pikir generasi muda yang dinilainya mulai menjauh dari esensi pembelajaran. Ia bahkan secara simbolik menyarankan agar kembali pada pola hidup sederhana, termasuk mengonsumsi makanan tradisional seperti sagu, sebagai bagian dari upaya menjaga daya ingat dan kecerdasan.
Pernyataan ini pun memantik perhatian publik, terutama kalangan akademisi dan pemerhati sejarah, yang menilai perlunya kajian ilmiah yang lebih komprehensif dan berbasis data dalam membahas asal-usul bangsa. Meski demikian, pesan utama yang disampaikan Agus Flores menjadi pengingat keras bahwa sejarah baik geologi maupun peradaban manusia tidak boleh diabaikan dalam membangun identitas bangsa.
“Sejarah harus diluruskan,” pungkasnya, menutup pernyataan dengan nada serius dan penuh keyakinan. (Mahalik)
