RADAR BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI — Budidaya cabai jamu di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, semakin menunjukkan potensi besar sebagai komoditas unggulan pertanian daerah. Dalam rangkaian kegiatan Bunga Desa, Bupati Banyuwangi hadir langsung meninjau lahan milik Putu Suwardana, salah satu petani cabai jamu yang sukses mengembangkan tanaman bernilai ekonomi tinggi tersebut.
Di lahan seluas sekitar 5.000 meter persegi, Putu menanam cabai jamu yang kini telah berusia dua tahun. Menurutnya, tanaman cabai jamu mulai berproduksi sejak tahun pertama dan dapat dipanen secara berkala setiap 10 hari sekali sepanjang tahun tanpa mengenal musim.
Cabai jamu atau yang juga dikenal sebagai cabai jawa memiliki banyak manfaat, terutama sebagai bahan baku jamu tradisional dan rempah kesehatan. Selain perawatannya yang relatif mudah, permintaan pasar terhadap cabai jamu juga terus meningkat seiring berkembangnya industri herbal dan obat tradisional di Indonesia.
Potensi tersebut menjadi semangat baru bagi para petani di Desa Patoman untuk terus mengembangkan budidaya cabai jamu. Diharapkan, komoditas ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat Banyuwangi.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan tingginya minat pasar, cabai jamu diyakini dapat menjadi salah satu komoditas andalan Banyuwangi di sektor pertanian dan herbal nasional.***
