RADAR BLAMBANGAN.COM, | Jakarta – Ketua Umum Fast Respon Counter Polri, Agus Flores, melontarkan pernyataan yang cukup menggelitik terkait maraknya aksi demonstrasi yang belakangan terjadi di sejumlah daerah.
Menurut Agus Flores, dirinya bahkan sampai “sakit perut” karena tertawa melihat berbagai aksi demo yang dinilainya tidak memiliki tujuan yang jelas.
“Saya sakit perut ketawa lihat demo sekarang. Kayak penjual obat di pasar, ramai berteriak, tapi saya tidak tahu apa sebenarnya tujuan demonya,” ujar Agus Flores, Selasa (16/6/2026).
Agus menilai, berbagai program pemerintah saat ini justru menunjukkan capaian yang positif. Mulai dari program Makan Bergizi Gratis yang menyentuh masyarakat, penindakan terhadap koruptor, pemberantasan tambang ilegal, pengungkapan kasus BBM ilegal, hingga penangkapan pelaku peredaran narkoba.
Selain itu, pemerintah juga dinilai memberikan perhatian kepada para pekerja yang terdampak PHK, meningkatkan kesejahteraan guru dan hakim melalui kenaikan gaji, serta memperkuat sektor ketahanan pangan nasional yang dianggap berjalan cukup baik.
“Kalau mau dipikir, rakyat dikasih Makan Bergizi Gratis, koruptor ditangkap, tambang ilegal ditertibkan, BBM ilegal diberantas, narkoba ditangkap, pekerja yang terkena PHK diperhatikan, guru dan hakim dinaikkan gajinya. Ketahanan pangan juga dianggap sukses,” katanya.
Karena itu, Agus mempertanyakan substansi dari berbagai aksi demonstrasi yang masih berlangsung.
“Lantas yang didemo apa?” tanyanya.
Terkait isu kenaikan harga BBM yang kerap dijadikan alasan demonstrasi, Agus menilai pemerintah masih memberikan subsidi kepada masyarakat sehingga dampaknya tidak terlalu membebani rakyat kecil.
“Kalau soal BBM naik, kan masih ada subsidi. Kalau kenaikan nilai dolar, saya rasa juga tidak terlalu berpengaruh langsung kepada masyarakat. Yang saya lihat, rakyat tetap tenang dengan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Agus kembali mempertanyakan tujuan dari aksi-aksi demonstrasi tersebut.
“Jadi saya masih bertanya-tanya, sebenarnya tujuan demo itu apa?” pungkasnya.(mh)
