RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA — Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan dan komitmen membangun Indonesia. Pesan tersebut turut disampaikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdul Rachman yang mengucapkan selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menitipkan pesan khusus kepada Pimpinan Media Nasional Suara Merdeka (NSM), Mas Agus Flores.
Dudung berharap insan media terus mengambil peran strategis dalam mengawal berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap agenda pembangunan nasional yang dinilainya harus berjalan full on the track, sesuai arah dan tujuan pemerintahan.
Pesan tersebut disampaikan Dudung dalam sebuah kesempatan belum lama ini. Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal Agus Flores sejak dirinya masih menjabat sebagai Pangdam.
“Waktu saya Pangdam, saya kenal beliau di Media Nasional Suara Merdeka,” ujar Dudung kepada wartawan.
Menurut Dudung, sosok Agus Flores dikenal memiliki perhatian kuat terhadap persoalan pertambangan ilegal. Konsistensi tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk kontrol sosial yang dapat mendorong penegakan hukum serta perlindungan terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan.
“Mas Agus itu konsennya di anti tambang ilegal,” ungkapnya.
Pesan Jenderal TNI (Purn) Dudung tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pers memiliki posisi penting dalam kehidupan demokrasi. Media tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan antara masyarakat, pemerintah, aparat penegak hukum, serta berbagai pemangku kepentingan.
Di momentum HUT Kemerdekaan RI, pesan tersebut mendapatkan relevansi tersendiri. Semangat kemerdekaan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan juga dorongan agar seluruh elemen bangsa mengambil peran dalam menjaga kepentingan nasional.
Bagi Agus Flores dan jajaran Media Nasional Suara Merdeka, pesan tersebut menjadi dorongan untuk terus menjalankan fungsi jurnalistik secara kritis, konstruktif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Terlebih dalam persoalan tambang ilegal, pengawasan publik dan pemberitaan media dinilai memiliki peran penting untuk membuka persoalan yang berpotensi merugikan negara, masyarakat maupun lingkungan.
Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak berhenti pada ucapan selamat, tetapi diwujudkan melalui kerja nyata: mengawal pembangunan, memperkuat kontrol sosial, mendukung penegakan hukum, dan memastikan agenda nasional berjalan sesuai jalurnya.
Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka!
