RADAR-BLAMBANGAN.COM, | LUMAJANG – Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan RT 04 dan RT 05 RW 07, Dusun Kerajan 02, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.
Warga setempat menggelar upacara bendera dengan konsep unik dan penuh suasana kebersamaan. Upacara dilaksanakan di kawasan persawahan yang berada di 0 Kilometer Kutorenon Village, RT 04/05 RW 07, Dusun Kerajan 02, Minggu (17/8/2026).
Menariknya, seluruh peserta upacara, mulai dari anak-anak hingga orang tua, mengenakan pakaian zaman dulu (jadul).
Penampilan tersebut membuat suasana upacara semakin unik sekaligus menjadi bentuk kreativitas warga dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.
Upacara diikuti warga RT 04 dan RT 05 RW 07 dengan penuh antusias. Bertindak sebagai pemimpin upacara Muhammad Rokib, sementara Inspektur Upacara diisi anggota DPRD Kabupaten Lumajang dari Fraksi Gerindra, Deddy Firmansyah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK B. Shinta, Ketua Posyandu, para ketua RT dan RW se-Dusun Kerajan 02, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.
Sesaat setelah pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih usai, kemeriahan acara dilanjutkan dengan pertunjukan drama kolosal yang dibawakan langsung oleh warga setempat. Drama tersebut menceritakan pertempuran dan perjuangan rakyat dalam merebut kemerdekaan, yang sukses memukau seluruh tamu undangan dan warga yang hadir.
Konsep upacara dan drama kolosal ini murni digagas oleh warga sekitar sebagai bentuk kreativitas dan kepedulian dalam mengisi peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Ketua panitia kegiatan, Joko Nirmolo, turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Semangat gotong royong warga terlihat sejak persiapan hingga pelaksanaan upacara.
Sementara itu, Inspektur Upacara Deddy Firmansyah mengapresiasi kreativitas dan kekompakan warga RT 04 dan RT 05 RW 07 dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Lebih lanjut, kegiatan dengan konsep serupa telah dilaksanakan untuk kedua kalinya. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
“Konsep ini asli digagas oleh warga. Kami ingin peringatan HUT RI tidak hanya sekadar upacara, tetapi juga menjadi hiburan sekaligus momentum untuk mempererat kebersamaan warga,” ujar Deddy.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan formal, tetapi juga dapat ditunjukkan melalui kebersamaan, gotong royong, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
“Yang paling penting dari kegiatan seperti ini adalah semangat kebersamaan dan gotong royong. Warga dari anak-anak sampai orang tua bisa berkumpul bersama untuk memperingati kemerdekaan,” kata Deddy.
Ia juga memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh warga yang telah mampu menghadirkan konsep peringatan kemerdekaan yang kreatif dan berbeda.
Kegiatan ini luar biasa. Kebersamaan warga RT 04 dan 05 RW 07 di pinggir sawah ini menunjukkan bahwa semangat nasionalisme tidak pernah luntur. Dengan mengenakan pakaian jadul, kita diajak mengingat kembali perjuangan para pahlawan terdahulu.
Semoga kekompakan dan kerukunan warga Desa Kutorenon ini terus terjaga,” ujar Deddy Firmansyah.
Semoga tahun depan dalam momentum bulan Agustus yang akan datang, kita semua masih diberikan kesempatan dalam semangat yang sama untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan lebih semangat lagi, dengan lebih meriah lagi, dan mungkin dapat melibatkan dari seluruh masyarakat Desa Kutorenon, ” Ungkap Deddy.
Kemeriahan upacara dengan pakaian jadul serta drama kolosal tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada generasi muda.
Kegiatan tersebut pun menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong warga dalam menjaga tradisi kebersamaan sekaligus mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif.
( uzi )
