RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Panggung musik Banyuwangi kembali bergeliat! Semangat menyatukan para musisi lintas generasi dan lintas aliran resmi dikumandangkan melalui deklarasi Guitar Community of Indonesia (GCI) Chapter Banyuwangi, Minggu (13/9/2026), di Studio 3 Banyuwangi.
Bukan sekadar komunitas, GCI Banyuwangi hadir membawa misi besar: meruntuhkan sekat, merangkul perbedaan, dan menyatukan para gitaris dalam satu rumah kreativitas.
Puluhan gitaris dan musisi dari berbagai penjuru Banyuwangi tumplek blek mengikuti deklarasi yang berlangsung penuh keakraban dan energi musikal tersebut. Beragam karakter musik dan latar belakang justru menjadi kekuatan yang memperkaya warna komunitas.
Momentum penting itu dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum GCI Pusat, Dr. Puguh Triwibowo, S.T., S.H., M.H., M.M. atau Puguh Kribo, yang hadir langsung ke Banyuwangi. Kehadiran organisasi ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Drs. R. Agus Mulyono, M.Si.
Tak hanya seremoni, deklarasi GCI Banyuwangi langsung dipanaskan dengan parade kreativitas para gitaris. Denting senar dan aksi para musisi menjadi bukti bahwa Banyuwangi memiliki potensi besar yang layak mendapatkan ruang lebih luas.
Puguh Kribo menegaskan, lahirnya GCI Chapter Banyuwangi bukan semata-mata soal memperluas struktur organisasi.
Lebih jauh, komunitas tersebut diproyeksikan menjadi kendaraan bersama untuk menggali talenta, merawat kreativitas, memperkuat kearifan lokal, serta membawa karya musisi Banyuwangi menembus panggung nasional bahkan internasional.
“Harapannya, dengan adanya GCI Banyuwangi ini, kita dapat bersama-sama mengangkat potensi pemuda-pemudi yang memiliki bakat dan talenta musik. Komunitas ini bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang bertukar ilmu, memperluas wawasan, dan membangun kolaborasi yang saling menguatkan,” ujar Puguh Kribo.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Agus Mulyono menyambut positif terbentuknya wadah musik yang lahir dari inisiatif masyarakat tersebut.
Menurutnya, kreativitas masyarakat merupakan aset penting bagi daerah. Karena itu, sinergi antara komunitas dan pemerintah diharapkan mampu membuka ruang ekspresi yang positif sekaligus memperkuat identitas Banyuwangi.
“Kami sangat mengapresiasi terbentuknya GCI Banyuwangi. Ke depan, kami berharap dapat terjalin sinergi yang baik antara komunitas dan pemerintah daerah, sehingga kegiatan-kegiatan positif di bidang seni dan musik dapat terus didorong dan memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Agus Mulyono.
Di tengah semangat kebersamaan tersebut, sosok musisi senior Banyuwangi, Bang Rijal, resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua GCI Chapter Banyuwangi.
Bang Rijal menegaskan bahwa GCI Banyuwangi harus benar-benar menjadi rumah bersama bagi para gitaris, bukan ruang eksklusif yang membatasi seseorang berdasarkan genre maupun latar belakang.
“Semoga GCI Chapter Banyuwangi benar-benar menjadi rumah bersama bagi para gitaris untuk berkembang, membawa nama Banyuwangi semakin berjaya dan harum, serta menjaga kebersamaan yang guyub rukun di antara kita semua,” tandas Bang Rijal.
Tak berhenti pada deklarasi, GCI Chapter Banyuwangi langsung menatap sejumlah agenda berkelanjutan. Mulai dari lokakarya teknik bermain gitar, belajar bersama antaranggota, pentas seni rutin, hingga kolaborasi lintas komunitas secara digital telah disiapkan.
Target besarnya jelas: melahirkan karya-karya orisinal yang memiliki daya saing sekaligus membangun ekosistem musik Banyuwangi yang semakin kuat, terbuka dan berkelanjutan.
Dari Studio 3 Banyuwangi, satu pesan keras dikumandangkan: musik tidak mengenal sekat. Genre boleh berbeda, gaya boleh beragam, tetapi semangat berkarya dan mengharumkan nama Banyuwangi harus tetap satu. (Ris)
