RADAR BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi — Acara puncak Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia digelar pada Rabu (14/1/2026) di Hedon Estate Banyuwangi. Kegiatan bertajuk Resepsi tersebut diikuti oleh perwakilan seluruh satuan kerja Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, meliputi jajaran kantor internal, madrasah, serta Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.
Resepsi HAB ke-80 tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar. Kehadiran Kakanwil menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi atas kinerja, inovasi, dan berbagai capaian yang telah diraih Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi.
Dalam sambutan selamat datang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Chaironi Hidayat, memaparkan sejumlah prestasi membanggakan, di antaranya keberhasilan peserta didik madrasah asal Banyuwangi yang mampu mewakili Indonesia dan meraih prestasi di tingkat internasional. Capaian tersebut, menurutnya, merupakan hasil sinergi antara pendidik, peserta didik, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan madrasah.
Chaironi Hidayat juga menyampaikan berbagai inovasi layanan yang tengah dan akan dikembangkan, termasuk rencana pelaksanaan bimbingan perkawinan (Bimwin) secara daring oleh KUA. Inovasi ini diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan keluarga di tengah tantangan zaman yang terus berkembang.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial secara positif dan produktif sebagai sarana dakwah serta edukasi keagamaan. Pada kesempatan tersebut, Chaironi turut menyampaikan apresiasi kepada komunitas Lentera Sastra yang dinilai konsisten dan produktif dalam mendorong budaya literasi, khususnya melalui penerbitan buku dan pembinaan peserta didik agar gemar menulis serta menghasilkan karya.
Momentum resepsi semakin bermakna dengan penyerahan buku karya Chaironi Hidayat berjudul Fondasi Iman dan Akhlak. Buku tersebut diserahkan oleh Lentera Sastra yang dipimpin oleh Syafaat, kemudian secara simbolis disampaikan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Banyuwangi kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar.
Dalam sambutannya, Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan bahwa penguasaan literasi merupakan salah satu kunci utama dalam penguatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pengetahuan membutuhkan literasi yang tidak hanya berhenti pada kemampuan membaca, tetapi juga menulis dan menuangkan gagasan secara sistematis serta bertanggung jawab.
Pada sesi pembinaan aparatur sipil negara (ASN), Kakanwil mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk senantiasa menjaga keikhlasan dalam bekerja dengan menjauhkan ego dan sikap sombong. Ia menekankan pentingnya muhasabah dan refleksi diri sebagai fondasi penguatan spiritual dan integritas aparatur.
“Ayo Bapak Ibu, malam ini kita bermuhasabah diri, merenungkan sebenarnya siapa diri kita. Dengan semakin mengenal diri sendiri, kita akan semakin mengenal Tuhan kita,” tuturnya.
Selain itu, Kakanwil juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui penguatan moderasi beragama dan sikap toleransi, serta menghindari perdebatan yang berpotensi memecah belah. Ia turut mengajak seluruh ASN Kemenag untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan, khususnya menjaga hutan lindung, sejalan dengan program ekoteologi yang diusung Kementerian Agama.
Resepsi puncak HAB ke-80 ini menjadi momentum refleksi, penguatan kebersamaan, serta peneguhan komitmen ASN Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, serta kelestarian lingkungan.(syaf)
