RADAR-BLAMBANGAN.COM, | SURABAYA – Wacana penambahan kapasitas dermaga di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mendapat dukungan dari Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, dr. Agung Mulyono. Menurutnya, langkah yang diusulkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut merupakan solusi strategis untuk menjawab persoalan kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas jalur penyeberangan Jawa–Bali.
Politisi Partai Demokrat asal Banyuwangi itu menilai kapasitas pelabuhan yang ada saat ini perlu ditingkatkan seiring terus bertambahnya volume kendaraan, penumpang, serta aktivitas distribusi barang yang melintasi Selat Bali setiap tahun.
“Penambahan kapasitas dermaga sangat penting untuk memperlancar arus logistik nasional dan mengurangi kepadatan yang kerap terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk, terutama pada momen-momen tertentu seperti libur panjang maupun arus mudik,” ujar Agung, Jumat (24/7/2026).
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) tersebut menjelaskan bahwa pengembangan infrastruktur pelabuhan bukan hanya menjadi solusi jangka pendek mengurai antrean kendaraan, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan.
Menurutnya, peningkatan fasilitas pelabuhan akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga efisiensi biaya transportasi antarpulau.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengusulkan dua langkah utama untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk, khususnya saat musim mudik Lebaran. Dua langkah tersebut yakni menambah kapasitas pelabuhan beserta armada penyeberangan serta menerapkan rekayasa lalu lintas yang lebih efektif.
AHY menegaskan bahwa pengembangan kapasitas harus dilakukan secara seimbang, baik di Pelabuhan Ketapang maupun Pelabuhan Gilimanuk, agar pelayanan penyeberangan semakin optimal dan mampu mengimbangi kebutuhan transportasi yang terus meningkat.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Timur, diharapkan dapat mempercepat realisasi pengembangan kedua pelabuhan tersebut sehingga jalur penyeberangan Jawa–Bali menjadi lebih lancar, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.***
