RADAR-BLAMBANGAN.COM, | PATI, JUWANA – Proyek pembangunan jalan rabat beton yang dibiayai menggunakan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 di Desa Margomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi sorotan.
Pasalnya, proyek jalan yang disebut baru selesai dikerjakan dan belum genap berusia satu bulan tersebut, kini telah terlihat mengalami keretakan di sejumlah bagian permukaan beton.
Kondisi tersebut ditemukan langsung oleh Tim MediaKPK saat melakukan pemantauan di lokasi proyek pada Selasa (1/9/2026).
Berdasarkan papan informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, proyek tersebut merupakan pembangunan Jalan Rabat Beton dengan panjang 238 meter, lebar 4 meter dan ketebalan 0,15 meter.
Pembangunan jalan yang berada di Dukuh Gempol RT 01 RW 01 tersebut menelan anggaran Dana Desa sebesar Rp206.668.000, termasuk PPN dan PPh.
Adapun sistem pelaksanaan kegiatan dilakukan secara swakelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Margomulyo.
Namun, belum lama setelah pekerjaan selesai, kondisi fisik jalan justru telah memunculkan retakan yang cukup terlihat pada sejumlah bagian.
Warga: Belum Sebulan Sudah Retak
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya mengaku heran melihat kondisi jalan yang disebutnya masih tergolong baru, namun telah mengalami keretakan.
Menurutnya, pekerjaan tersebut bahkan belum genap satu hingga dua bulan sejak selesai dikerjakan.
“Pekerjaan ini baru saja selesai, belum ada satu bulan atau bahkan dua bulan. Tapi kondisi jalannya sudah retak-retak seperti itu,” ungkap warga kepada Tim MediaKPK.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan perhatian masyarakat terhadap kualitas hasil pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran Dana Desa.
Pasalnya, pembangunan jalan desa diharapkan dapat memiliki kualitas yang baik, tahan lama dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Kades Margomulyo Sebut Faktor Cuaca Panas
Menanggapi adanya keretakan pada permukaan jalan rabat beton tersebut, Kepala Desa Margomulyo, Jaenal, memberikan penjelasan saat dikonfirmasi Tim MediaKPK melalui sambungan telepon.
Menurut Jaenal, munculnya keretakan pada beton dipengaruhi oleh kondisi cuaca panas saat proses pengecoran dilakukan.
“Keretakan itu disebabkan faktor cuaca panas pas waktu pelaksanaan pengecoran,” jelas Jaenal.
Penjelasan tersebut menjadi perhatian, mengingat proyek pembangunan jalan tersebut masih tergolong baru namun kondisi retakan telah terlihat di sejumlah bagian.
Masyarakat pun berharap Pemerintah Desa Margomulyo bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan terhadap bagian jalan yang mengalami keretakan.
Hal tersebut dinilai penting agar pembangunan yang menggunakan Dana Desa senilai lebih dari Rp206 juta tersebut benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas, tahan lama dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
Publik juga berharap adanya evaluasi terhadap hasil pekerjaan sesuai ketentuan teknis pembangunan yang berlaku, sehingga kualitas pembangunan Dana Desa dapat terus terjaga dan memberikan manfaat maksimal bagi warga Desa Margomulyo.
Kini, retakan pada jalan yang belum genap sebulan selesai dikerjakan itu menjadi sorotan. Masyarakat menunggu langkah konkret dari pemerintah desa dan pihak pelaksana untuk memastikan kondisi jalan tersebut segera mendapatkan penanganan yang diperlukan.***
