RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – Kepindahan Briptu Pol Rheinda Natacia Grosandra dari posisi Staf Pribadi (SPRI) Dirlantas Polda Sulawesi Utara menuju lingkungan Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia dinilai sebagai bagian dari dinamika dan kebutuhan organisasi yang wajar dalam tubuh Polri.
Hal tersebut disampaikan Agus Flores, yang menegaskan bahwa penempatan personel di mana pun merupakan bagian dari pengabdian kepada institusi dan masyarakat.
“Tidak ada masalah kalau Rheinda pindah ke Korlantas Polri. Namanya juga pengabdian, di mana saja harus siap dan harus diterima,” ujar Agus Flores.
Menurutnya, seorang anggota Polri dituntut memiliki kesiapan untuk menjalankan tugas di berbagai daerah maupun satuan kerja sesuai kebutuhan organisasi. Mutasi, promosi, maupun perpindahan penugasan merupakan bagian dari proses pembinaan karier yang lazim terjadi dalam institusi kepolisian.
Agus Flores juga mengungkapkan bahwa salah satu alasan dirinya merasa tenang terhadap perpindahan tersebut karena adik Rheinda, R. Moh Ali Wardana, saat ini sedang menempuh pendidikan di Jakarta.
“Lagian ada adiknya juga, R. Moh Ali Wardana, kuliah di Jakarta. Saya sendiri sering berada di luar daerah, sehingga keberadaan adiknya di Jakarta menjadi perhatian yang harus terus dikawal pendidikannya,” ungkapnya.
Diketahui, Briptu Pol Rheinda Natacia Grosandra bukanlah sosok baru dalam lingkungan staf pimpinan kepolisian. Sebelum dipercaya menjadi SPRI Dirlantas Polda Sulawesi Utara, ia terlebih dahulu pernah mengemban tugas sebagai SPRI Wakapolda Sulawesi Utara, sebuah posisi yang menuntut loyalitas, kedisiplinan, kemampuan komunikasi, serta kesiapan bekerja dalam ritme tugas yang tinggi.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Rheinda apabila nantinya mendapat amanah bertugas di tingkat yang lebih luas. Perjalanan kariernya menunjukkan proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas yang terus berjalan seiring kebutuhan organisasi.
Bagi Agus Flores, yang terpenting bukanlah lokasi penugasan, melainkan bagaimana setiap anggota Polri mampu menjaga integritas, profesionalisme, dan dedikasi dalam menjalankan tugas.
“Di mana pun ditempatkan, tetaplah bekerja dengan baik, menjaga nama institusi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Itu yang paling utama,” tegasnya.
Perpindahan tugas dalam tubuh Polri pada akhirnya bukan sekadar perpindahan tempat kerja, melainkan bagian dari perjalanan pengabdian yang menuntut kesiapan, loyalitas, dan komitmen untuk terus melayani bangsa dan negara di mana pun berada.(mh)
