RADAR BLAMBANGAN.COM.| Lumajang – Pemberangkatan jemaah calon haji asal Kabupaten Lumajang kembali berlangsung khidmat. Pemerintah Kabupaten Lumajang memaknai keberangkatan tersebut sebagai momentum spiritual bersama, ketika doa masyarakat mengiringi para jemaah yang akan menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Sebanyak 651 jemaah calon haji yang tergabung dalam Kloter 100 dan 101 diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Minggu (17/5/2026) dini hari. Keberangkatan ini menandai selesainya proses pemberangkatan jemaah calon haji asal Lumajang tahun 2026.
Pelepasan dilakukan langsung dari Pendopo Arya Wiraraja oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma. Dalam suasana dini hari yang hening, isak tangis keluarga mengiringi langkah para jemaah yang bersiap menjalankan rukun Islam kelima
Bupati Indah Amperawati mengatakan para jemaah tidak hanya berangkat untuk menunaikan ibadah pribadi, tetapi juga membawa amanah doa bagi daerah. Pemerintah menitipkan harapan agar para jemaah turut mendoakan Lumajang agar senantiasa diberi keberkahan, keselamatan, dan kemajuan.
“Alhamdulillah, malam ini kita kembali memberangkatkan tamu-tamu Allah dari Kabupaten Lumajang. Saya bersama Mas Yudha mendoakan seluruh jemaah diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji dan hajjah yang mabrur,” ujarnya.
Menurutnya, keberangkatan haji selalu menghadirkan ikatan batin antara masyarakat dengan para jemaah. Di tengah tangis haru keluarga, terdapat doa kolektif yang dipanjatkan agar para jemaah dapat menunaikan ibadah dengan lancar sekaligus membawa keberkahan bagi kampung halaman.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan selama di Tanah Suci. Para jemaah diminta saling membantu, menjaga kesehatan, dan mengikuti arahan petugas pendamping agar seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar.
Total jemaah calon haji asal Kabupaten Lumajang tahun ini tercatat 1.256 orang yang terbagi dalam empat kloter. Sebelumnya, Kloter 98 dan 99 telah diberangkatkan sehari sebelumnya. Sementara dua jemaah cadangan turut diberangkatkan melalui kloter 97 untuk menggantikan calon jemaah yang menunda keberangkatan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, pelayanan haji bukan sekadar memastikan administrasi dan transportasi berjalan tertib, tetapi juga menjaga nilai sosial dan spiritual yang menyertai proses keberangkatan. Tradisi melepas jemaah menjadi bentuk penghormatan kepada warga yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Melalui momentum ini, Lumajang meneguhkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya dilakukan melalui program dan kebijakan, tetapi juga melalui ikhtiar batin masyarakat yang menitipkan harapan kepada para jemaah untuk dipanjatkan di tempat yang penuh keberkahan.
( uzi-tm )
