RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Gaung Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 semakin terasa. Menjelang perhelatan budaya terbesar di Banyuwangi yang akan digelar pada Sabtu (18/7/2026), arus kedatangan wisatawan melonjak signifikan. Dampaknya, penerbangan rute Jakarta–Banyuwangi nyaris penuh dengan tingkat keterisian kursi mencapai sekitar 90 persen.
Lonjakan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa BEC bukan sekadar festival budaya, melainkan magnet wisata nasional yang terus menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
General Manager Bandara Banyuwangi, Mohamad Holik Muardi, mengungkapkan peningkatan permintaan perjalanan udara mulai terlihat beberapa hari menjelang pelaksanaan BEC.
“Menjelang pelaksanaan BEC, kami mencatat adanya peningkatan permintaan perjalanan udara. Tingkat keterisian kursi penerbangan rute Jakarta–Banyuwangi bahkan telah mencapai sekitar 90 persen,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Data Bandara Banyuwangi menunjukkan, pada Rabu (15/7/2026) sebanyak 176 penumpang tiba dari Jakarta. Sementara pada Kamis (16/7/2026) tercatat 167 penumpang mendarat di Banyuwangi. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah hingga hari pelaksanaan BEC.
“Kami memprediksi jumlah penumpang masih akan terus meningkat hingga hari pelaksanaan acara,” tambah Holik.
Menurutnya, tingginya okupansi penerbangan menjadi indikator bahwa Banyuwangi Ethno Carnival semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu agenda pariwisata unggulan Indonesia. Selain mendongkrak sektor transportasi udara, lonjakan kunjungan wisatawan juga memberikan efek berganda terhadap perhotelan, kuliner, UMKM, hingga sektor ekonomi kreatif di Banyuwangi.
Tahun ini, BEC 2026 mengangkat tema “Perang Bayu”, yang mengisahkan heroisme masyarakat Blambangan dalam melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18. Tema tersebut akan diwujudkan melalui parade kostum etnik spektakuler yang memadukan sejarah, seni, budaya, dan kreativitas dalam satu panggung megah.
Tak hanya parade utama pada 18 Juli 2026, kemeriahan juga telah dimulai melalui BEC Week yang berlangsung 16–19 Juli 2026. Beragam pertunjukan seni, atraksi budaya, pameran kreatif, hingga hiburan bagi wisatawan disiapkan untuk menyemarakkan pesta budaya kebanggaan Banyuwangi tersebut.
Dengan tingginya antusiasme wisatawan yang terus berdatangan, BEC 2026 diprediksi kembali menjadi salah satu event budaya terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.(silvi)
