RADAR-BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – Peringatan HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang pengabdian insan lalu lintas, tetapi juga menjadi ruang untuk menyegarkan kembali makna tugas dan pengabdian.
Pesan itu mengemuka dalam tausiyah Ustaz Hasan Kosasih saat doa bersama HUT ke-71 Lalu Lintas di Masjid At-Taqwa Korlantas Polri, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Di hadapan jajaran Korlantas Polri, Ustaz Hasan mengajak para personel Polantas melihat tugas mereka dari sisi yang lebih dalam. Menurutnya, pekerjaan tidak semata-mata kewajiban kedinasan, melainkan dapat menjadi bagian dari ibadah apabila dijalankan dengan keikhlasan, tanggung jawab, dan rasa syukur.
Kegiatan tersebut dihadiri Kakorlantas Polri Irjen Pol Wibowo, Ketua Bhayangkari Cabang BS Korlantas Polri Ny. Sofie Wibowo, jajaran pejabat utama (PJU), serta anggota Korlantas Polri.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Hasan terlebih dahulu mengajak seluruh peserta menyadari besarnya nikmat yang kerap hadir tanpa disadari.
Bangun dari tidur, masih diberi kesempatan melihat dunia, menghirup udara dan menjalani aktivitas sehari-hari, menurutnya, merupakan nikmat yang patut disyukuri.
“Rasa syukur harus menjadi semangat kita dalam bekerja dan menjalankan aktivitas,” kata Ustaz Hasan.
Dari rasa syukur itulah, ia kemudian mengaitkannya dengan tugas dan pengabdian anggota Polantas yang setiap hari berada di tengah masyarakat.
Menurut Ustaz Hasan, jiwa korsa dan kepemimpinan memang menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas. Namun, kedua hal tersebut perlu berjalan bersama dengan keikhlasan agar setiap bentuk pengabdian memiliki nilai yang lebih luas.
Ia juga menekankan bahwa bekerja mencari nafkah untuk keluarga merupakan bentuk ikhtiar yang memiliki nilai ibadah selama dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai tuntunan agama.
Pesan tersebut bahkan diperluas kepada para pengemudi ojek online (ojol) yang turut hadir dalam kegiatan.
“Bekerja untuk anak dan istri, mencari rezeki dengan taat kepada Allah, insyaallah itu menjadi ibadah,” ujarnya.
Untuk memperkuat pesan tersebut, Ustaz Hasan mengisahkan seorang pria pada zaman Rasulullah SAW yang bekerja memahat batu demi memenuhi kebutuhan anak dan istrinya.
Kisah itu menjadi pengingat bahwa pekerjaan apa pun yang dilakukan secara halal dan dilandasi tanggung jawab kepada keluarga bukanlah sesuatu yang rendah. Sebaliknya, ikhtiar mencari rezeki dapat menjadi amal ketika dijalankan dengan niat dan cara yang benar.
Pesan tersebut terasa relevan dengan kehidupan anggota Polantas yang setiap hari menjalankan tugas di jalan raya, menghadapi dinamika lalu lintas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, hingga memastikan keamanan dan ketertiban pengguna jalan.
Karena itu, momentum HUT ke-71 Lalu Lintas menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya membutuhkan profesionalisme, tetapi juga ketulusan hati.
Rangkaian kegiatan di Masjid At-Taqwa Korlantas Polri tersebut turut diisi dengan pembacaan Al-Qur’an, doa bersama, serta pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.
Suasana keagamaan itu menjadi bagian dari refleksi perjalanan 71 tahun Lalu Lintas Bhayangkara sekaligus pengingat bahwa di balik seragam dan tugas kedinasan, terdapat nilai kemanusiaan, tanggung jawab, serta pengabdian yang dapat dimaknai sebagai ibadah.(silvi)
