RADAR BLAMBANGAN.COM, | Surabaya – Kreativitas dan kemampuan teknologi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Timur kembali mencuri perhatian. Puluhan kendaraan listrik hasil karya pelajar dipamerkan di Gedung Negara Grahadi, mulai dari mobil listrik, sepeda motor listrik hingga buggy elektrik.
Karya tersebut merupakan hasil kolaborasi antara siswa dan guru dari berbagai SMK jurusan otomotif. Tak hanya sebagai proyek pembelajaran, sejumlah kendaraan bahkan telah menarik minat pelaku industri untuk dikembangkan lebih lanjut.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti kesiapan pendidikan vokasi dalam menghadapi transformasi industri otomotif berbasis energi bersih. Menurutnya, kompetensi dan kreativitas siswa SMK kini telah melampaui batas praktik sekolah dan mulai menunjukkan kualitas yang mampu bersaing di tingkat industri.
Selain itu, pengembangan kendaraan listrik dinilai sejalan dengan upaya mendorong penggunaan energi ramah lingkungan serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Khofifah juga menyebutkan bahwa Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik buatan siswa rata-rata telah mencapai sekitar 50 persen, menandakan kemampuan produksi yang semakin matang meski masih terdapat beberapa komponen impor.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa dari ratusan SMK otomotif di Jawa Timur, lebih dari seratus sekolah telah aktif mengembangkan kendaraan listrik, baik melalui produksi baru maupun konversi dari kendaraan berbahan bakar minyak ke listrik.
Ia menambahkan, sejumlah sekolah bahkan mulai menerima permintaan dari perusahaan untuk jasa konversi kendaraan, menandakan bahwa hasil karya siswa telah memiliki nilai ekonomi dan relevansi industri.
Dalam pameran tersebut, berbagai SMK turut menampilkan inovasi unggulan mereka, memperlihatkan kesiapan lulusan vokasi untuk terjun langsung ke industri otomotif masa depan yang semakin berorientasi pada teknologi ramah lingkungan.
Pengembangan ini menjadi sinyal kuat bahwa SMK di Jawa Timur tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak inovasi di sektor kendaraan listrik nasional. (Mahalik)
