RADAR BLAMBANGAN.COM, | MOJOKERTO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan ketersediaan hewan kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah di Jawa Timur dalam kondisi aman, sehat, bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau peternakan sapi di Mojokerto. Berdasarkan data yang ada, populasi sapi potong di Kabupaten Mojokerto mencapai 36.818 ekor atau sekitar 1,2 persen dari total populasi sapi di Jawa Timur.
Selain sapi, Mojokerto juga memiliki populasi 37.034 ekor kambing, 14.956 ekor domba, dan 80 ekor kerbau yang dinilai turut mendukung kebutuhan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.
Khofifah menegaskan, Jawa Timur saat ini mengalami surplus hewan ternak, baik sapi, kambing maupun domba. Kondisi tersebut membuat Jawa Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan internal daerah, tetapi juga siap menjadi daerah pemasok hewan kurban ke berbagai wilayah lain di Indonesia.
“Kita sebetulnya mengalami surplus baik itu sapi, kambing, domba. Oleh karena itu, kepada yang akan melakukan penyembelihan hewan kurban, saya rasa banyak titik yang memungkinkan menjadi suplai dari hewan kurban saat Idul Adha termasuk di luar Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Khofifah, pengendalian PMK dan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) di Jawa Timur juga terus dilakukan secara intensif melalui vaksinasi dan pengawasan kesehatan hewan oleh dinas terkait.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir dalam membeli hewan kurban karena stok dipastikan mencukupi dan kesehatan hewan tetap terjamin menjelang Idul Adha 2026. (Mahmudah)
