RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BESUKI, SITUBONDO, — Nama Besuki kembali mencuri perhatian. Bukan sekadar karena sejarahnya, tetapi karena sebuah percakapan yang dinilai memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan kawasan yang pernah menjadi pusat pemerintahan penting di Jawa Timur.
Ketua Umum Fast Respon, Agus Flores, menyampaikan adanya komunikasi dengan Kapolda Sumatera Barat. Dalam percakapan tersebut, Kapolda Sumbar disebut sempat mengatakan:
“Gus, nanti saya telepon Kapolwil Besuki ya. Biar sukses acaramu…”
Pernyataan tersebut sontak menarik perhatian. Sebab, secara administratif saat ini dikenal Polres Situbondo, bukan “Polwil Besuki”. Namun penyebutan nama Besuki oleh seorang jenderal kepolisian justru memantik kembali ingatan publik terhadap sejarah Besuki.
Sekelas jenderal pun menyebut Besuki. Apakah ini sekadar penyebutan wilayah, atau ada makna lain?
Pertanyaan itu kini berkembang di tengah masyarakat.
Besuki diketahui memiliki catatan sejarah panjang. Kawasan ini pernah menjadi salah satu pusat pemerintahan dan memiliki posisi strategis dalam perjalanan sejarah Jawa Timur.
Menariknya lagi, dalam sebuah kesempatan Upacara Juang Polri di Surabaya, Kapolri juga pernah menekankan pentingnya mengingat dan menjaga sejarah.
Pesan tersebut kemudian menjadi bahan refleksi: apakah sejarah Besuki hanya akan menjadi catatan masa lalu, atau justru kembali mendapatkan tempat strategis di masa depan?
Bahkan muncul wacana dan spekulasi di tengah publik mengenai kemungkinan struktur kewilayahan kepolisian seperti Polwil Jawa Timur dengan pusat di kawasan Besuki.
Namun demikian, hingga saat ini hal tersebut masih sebatas pertanyaan dan wacana yang berkembang. Belum ada informasi resmi yang menyatakan adanya keputusan pemerintah maupun Polri mengenai pembentukan kembali Polwil Jawa Timur dengan pusat di Besuki.
Yang jelas, satu penyebutan “Kapolwil Besuki” dari seorang jenderal telah membuka kembali perbincangan lama: seberapa besar sebenarnya posisi Besuki dalam peta sejarah dan masa depan Jawa Timur?
Apakah ini hanya sebuah penyebutan biasa?
Ataukah ada tanda-tanda bahwa nama Besuki perlahan sedang dikembalikan ke panggung sejarahnya?
Publik tentu masih harus menunggu perkembangan berikutnya.
Babak berikutnya mungkin akan menjawab: Besuki hanya dikenang karena sejarah, atau sejarah Besuki memang sedang diluruskan kembali.
Tunggu babak berikutnya…
(Mh)
