RADAR-BLAMBANGAN.COM, | BANYUWANGI – Kemacetan panjang kembali menjadi keluhan serius para pengemudi truk logistik di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (26/9/2026). Antrean kendaraan berat yang mengular dinilai bukan hanya menguras waktu dan tenaga para sopir, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas di jalur strategis menuju pelabuhan.
Situasi tersebut memicu keresahan di kalangan pengemudi kendaraan logistik. Salah seorang sopir truk besar bahkan menyampaikan ultimatum kepada pihak pengelola penyeberangan, termasuk ASDP, agar segera mengambil keputusan dan menghadirkan solusi konkret.
Menurut pengemudi tersebut, apabila hingga hari ini tidak ada keputusan yang dianggap mampu mengurai persoalan antrean, para sopir disebut akan mengambil langkah protes dengan melakukan blokade selama tiga hari.
“Kalau hari ini tidak ada keputusan, kami akan melakukan blokade selama tiga hari,” ujar salah seorang pengemudi, sebagaimana disampaikan di lokasi.
Para sopir pada prinsipnya meminta adanya prioritas terhadap kendaraan logistik, khususnya truk besar yang membawa muatan. Mereka berharap kendaraan yang telah tiba di kawasan pelabuhan dapat segera diarahkan masuk ke kapal tanpa harus terlalu lama menunggu di lokasi penampungan maupun dialihkan ke Jalan Lingkar Ketapang.
Menurut para pengemudi, pola antrean tersebut perlu dievaluasi karena kendaraan berat yang menumpuk berpotensi memperpanjang kemacetan dan mengganggu akses jalan provinsi.
Mereka berpandangan, apabila alur kendaraan logistik dapat dibuat lebih cepat dan terukur, kepadatan kendaraan berat di sekitar Ketapang dapat ditekan sehingga akses jalan tetap dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat maupun kendaraan lainnya.
“Yang kami harapkan, truk besar yang datang bisa langsung masuk ke kapal, tidak terus-menerus menunggu di penampungan atau dibuang ke jalan lingkar,” keluh para pengemudi.
Para sopir juga meminta ASDP dan pihak terkait untuk segera mengevaluasi pola pengaturan kendaraan di kawasan pelabuhan. Mereka berharap kendaraan logistik menjadi salah satu prioritas utama dalam pengaturan antrean, mengingat truk-truk tersebut membawa kebutuhan distribusi barang yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi.
Persoalan ini kini menjadi perhatian serius para pengemudi. Mereka berharap persoalan antrean tidak berlarut-larut hingga menimbulkan aksi protes yang lebih besar.
Kemacetan Ketapang bukan sekadar persoalan antrean kendaraan. Bagi para sopir, setiap jam yang terbuang berarti terganggunya distribusi logistik dan semakin beratnya beban perjalanan.
Kini, para pengemudi menunggu langkah konkret dari pihak terkait. Apakah akan ada solusi cepat untuk mengurai antrean kendaraan berat di Ketapang, atau ultimatum blokade tiga hari tersebut benar-benar akan terealisasi? (Jok)
