RADAR-BLAMBANGAN.COM, | Banyuwangi – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kualitas generasi muda melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Banyuwangi, Kecamatan Siliragung, pada Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 200 siswa dengan tujuan membekali remaja agar mampu mengenali potensi diri, membangun karakter Islami, serta memiliki kesiapan menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Pelaksanaan kegiatan tidak hanya melibatkan para penyuluh agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi sebagai fasilitator, tetapi juga menggandeng para fasilitator dari Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) PCNU Banyuwangi. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, H. Mastur, menegaskan bahwa pembinaan remaja merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberhasilan membentuk generasi yang berakhlak mulia tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah maupun pemerintah.
“Kolaborasi ini menjadi contoh bahwa upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membangun karakter remaja bukan hanya menjadi tugas guru di sekolah atau pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan peran aktif lembaga-lembaga sosial yang memiliki kompetensi di bidang pembinaan keluarga dan remaja. Karena itu, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, kami kembali melibatkan para fasilitator dari LKKNU PCNU Banyuwangi,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pakar LKKNU PCNU Banyuwangi, Syafaat, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang terus diberikan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Ia menjelaskan bahwa sinergi antara kedua lembaga telah berlangsung dalam berbagai program pelayanan masyarakat.
“Kerja sama antara Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dan LKKNU mencakup berbagai bidang, di antaranya pencegahan perkawinan anak, edukasi ketahanan keluarga, hingga sosialisasi pentingnya pencatatan pernikahan sebagai bentuk perlindungan hukum bagi keluarga. Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada para fasilitator LKKNU untuk turut berkontribusi dalam pembinaan generasi muda,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah ini, diharapkan para peserta semakin memahami jati dirinya, mampu mengembangkan potensi yang dimiliki, serta tumbuh menjadi generasi yang religius, berkarakter, bertanggung jawab, dan siap menjadi bagian dari pembangunan bangsa. Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Indonesia yang unggul, berdaya saing, dan berakhlakul karimah.***
