RADAR BLAMBANGAN.COM, | GORONTALO – Polemik dugaan pelanggaran syarat domisili dalam proses seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026 di wilayah Polda Gorontalo terus menjadi perhatian publik. Aktivis Gorontalo, Frenky Max Kadir, meminta proses seleksi dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang berlaku.
Frenky menyoroti adanya dugaan peserta dari luar Gorontalo yang lolos administrasi meski diduga tidak memenuhi syarat domisili minimal dua tahun di wilayah pendaftaran.
“Jangan sampai aturan hanya tajam ke bawah. Jika ada peserta yang tidak memenuhi syarat namun tetap lolos administrasi, maka ini harus dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat,” tegas Frenky, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, seleksi Taruna Akpol harus menjadi ruang kompetisi yang adil bagi putra-putri daerah yang telah mempersiapkan diri dan memenuhi seluruh persyaratan.
Sorotan itu turut mendapat perhatian Ketua Umum Fast Respon, Agus Flores. Ia mengaku telah melaporkan informasi tersebut kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai bahan evaluasi dan koreksi internal.
“Hari ini juga saya sudah sampaikan pemberitaan tersebut kepada Kapolri sebagai bahan koreksi. Seleksi Akpol harus benar-benar bersih dari KKN, titipan, maupun permainan oknum,” tegas Agus Flores.
Ia menambahkan, pengawasan dalam proses penerimaan Taruna Akpol harus diperketat agar tidak ada celah pelanggaran administrasi maupun praktik yang mencederai kepercayaan publik.
“Pengawasan harus diperketat. Jangan sampai ada peserta yang lolos karena kedekatan atau kekuatan tertentu. Semua harus murni berdasarkan kemampuan dan aturan,” ujarnya.
Agus Flores juga menegaskan bahwa institusi Polri harus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh anak bangsa tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun status sosial.
“Anak petani, anak nelayan, bahkan anak pemulung juga harus punya kesempatan menjadi Taruna Akpol dan calon perwira Polri. Negara ini harus memberi ruang yang adil bagi rakyat kecil yang punya kemampuan dan cita-cita,” katanya.
Menurutnya, rekrutmen Polri yang bersih dan transparan akan melahirkan calon-calon perwira yang berkualitas serta dicintai masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polda Gorontalo belum memberikan tanggapan resmi terkait sorotan tersebut. Redaksi masih menunggu klarifikasi dari Bidang Humas Polda Gorontalo guna menjaga prinsip keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik.(mahal)
