RADARBLAMBANGAN.COM | PEKANBARU – Penerangan Lanud Rsn. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, G. Budisatrio Djiwandono selaku Ketua Tim, bersama anggota Sabam Rajagukguk dan H. Mahfudz Abdurrahman melaksanakan Kunjungan Kerja Spesifik ke Lanud Roesmin Nurjadin, Rabu (15/4/2026). Kunjungan ini mengusung tema “Mewujudkan Ketangguhan Awak Pesawat Tempur di Era Disrupsi Teknologi” serta dirangkaikan dengan peninjauan pesawat tempur Rafale dan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna mendalami kesiapan operasional dan strategi pertahanan udara di wilayah barat Indonesia.
Dalam sambutannya, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Wakil Ketua Komisi I DPR RI beserta rombongan serta menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan suatu kebanggaan bagi keluarga besar Lanud RSN. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kunjungan ini. Bagi kami, kehadiran Komisi I DPR RI merupakan kehormatan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kesiapan, profesionalisme, dan ketangguhan awak pesawat tempur dalam menjaga kedaulatan udara NKRI,” ujarnya.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI G. Budisatrio Djiwandono dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas sambutan hangat yang diberikan oleh Komandan Lanud RSN beserta jajaran. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar. “Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terkait pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Lanud RSN, khususnya dalam mewujudkan ketangguhan awak pesawat tempur di era disrupsi teknologi serta memperkuat peran strategis TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara di wilayah barat Indonesia,” ungkapnya.
Selanjutnya Danlanud RSN menyampaikan paparan strategis dan komprehensif yang mencakup validasi organisasi, karakteristik dan tuntutan profesionalisme awak pesawat tempur, berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, serta langkah-langkah konkret yang telah dan sedang dilaksanakan. Selain itu, turut dipaparkan studi kasus terkait program pelatihan pesawat Rafale TNI AU, termasuk aspek security concern sebagai bagian penting dalam menjaga kesiapan dan keamanan operasi di era disrupsi teknologi.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pendalaman melalui tanya jawab antara Tim Komisi I DPR RI dengan jajaran Lanud RSN, guna memperoleh gambaran yang lebih utuh terkait pelaksanaan tugas dan tantangan di lapangan. Seluruh rangkaian Rapat Dengar Pendapat tersebut ditutup dengan pengesahan hasil rapat yang memiliki kekuatan setara dengan RDP di Gedung DPR RI, dan selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan bersama Kementerian Pertahanan serta Panglima TNI. Kegiatan diakhiri dengan peninjauan ke Skadron Udara 12 sebagai bentuk komitmen bersama dalam memastikan kesiapan operasional Alpalhankam dan sumber daya manusia yang profesional serta andal.***
Editor : ERICK
