RADARBLAMBANGAN.COM, | MALANG, – Gelaran akbar Persit Bisa Vol II 2026 di Jakarta resmi berakhir pada 9 Mei lalu. Namun, gaung kesuksesannya masih terasa hingga ke Asrama Yonkes 2/2 Kostrad, Karangploso, Malang.
Bagi Ibu Sri Astuti dan tim Brilliyans Batik, keikutsertaan dalam pameran tersebut bukan sekadar soal capaian penjualan yang ludes tanpa sisa. Lebih dari itu, ajang ini menjadi momentum pembuktian kualitas sekaligus mentalitas UMKM Persit di tingkat nasional.
Sepulang dari Ibu Kota, Ibu Sri mengungkapkan bahwa keberhasilan menjual seluruh koleksi batik tulis eksklusif di Booth 18 menjadi indikator kuat bahwa produk kerajinan tangan dari lingkungan asrama memiliki daya saing tinggi di pasar nasional.
“Jakarta memberikan kami perspektif baru. Bertemu dengan kolektor, pecinta wastra, hingga mendapat apresiasi langsung dari Ibu Wapres, Bapak Kasad, dan Ibu Ketua Umum menjadi motivasi besar untuk terus berinovasi. Kami pulang tidak hanya membawa koper kosong karena barang habis, tetapi juga membawa banyak ide untuk karya selanjutnya,” ujar Ibu Sri, Minggu (10/5).
Ia juga menyoroti peran penting dukungan dari Ketua dan Pembina Persit KCK Koorcab Divif 2 PG Kostrad. Menurutnya, keberangkatan Brilliyans Batik ke Jakarta tidak lepas dari fasilitas akomodasi, dukungan moral, hingga kehadiran langsung pimpinan di lokasi pameran.
“Perhatian yang diberikan, mulai dari proses kurasi hingga promosi, menjadi bukti nyata kepemimpinan yang mengayomi dan mendorong pemberdayaan anggota,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ibu Sri menegaskan bahwa salah satu pelajaran utama dari ajang Persit Bisa 2026 adalah pentingnya adaptasi. Pelaku UMKM, khususnya di bidang batik, dituntut untuk terus memperbarui pengetahuan seiring perkembangan teknologi dan perubahan selera konsumen.
Semangat “Persit Bisa” pun terbukti nyata melalui karya batik tulis dari lingkungan asrama yang kini telah diminati dan dimiliki oleh berbagai kolektor di Ibu Kota. Keberhasilan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi UMKM Persit lainnya untuk terus berkembang dan berani tampil di panggung nasional.
(Arifin/Bagus)
