RADAR BLAMBANGAN.COM | Banyuwangi – Viralnya kabar seorang siswi di Kabupaten Banyuwangi yang diduga nyaris putus sekolah karena tidak mampu membeli buku LKS memicu perhatian publik dan mendapat respons langsung dari Dinas Pendidikan Banyuwangi. Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan masih adanya kesenjangan akses pendidikan di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Berangkat dari persoalan itu, Ari Bagus Pranata melakukan inovasi dengan mengembangkan platform “Sekolah Digital”, sebuah sistem informasi manajemen sekolah berbasis web yang dirancang untuk membantu sekolah bertransformasi menuju sistem pendidikan modern dan terintegrasi. Salah satu fitur utama yang menjadi perhatian adalah hadirnya Buku LKS Digital, yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan siswa terhadap pembelian buku LKS fisik.
“Guru akan upload file LKS bentuk pdf. kemudian siswa dapat mengakses itu bahasa kerennya ebook dan bisa di download atau diprint,”ujar Ari.
Melalui sistem tersebut, siswa dapat mengakses materi pembelajaran dan buku digital secara daring melalui perangkat komputer maupun telepon genggam. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi agar tidak ada lagi siswa yang terkendala biaya hanya untuk memperoleh bahan belajar.
“Sekolah Digital” dikembangkan menggunakan teknologi modern seperti PHP 8, MySQL, Bootstrap 5, face-api.js, hingga WebRTC. Platform ini memiliki lebih dari 120 fitur yang mencakup berbagai kebutuhan pengelolaan sekolah, mulai dari data guru, siswa, orang tua, absensi berbasis pengenalan wajah, e-raport digital, video conference bawaan, hingga fitur kecerdasan buatan (AI) untuk membantu proses penilaian akademik.
Dalam dokumen panduan resminya, Sekolah Digital hadir dengan lima panel akses utama, yakni untuk administrator, guru, wali kelas, orang tua, dan kepala sekolah. Sistem ini juga dilengkapi fitur keamanan berlapis seperti CSRF Protection, CAPTCHA, login monitoring, backup otomatis Google Drive, hingga isolasi data berbasis multi-tenant untuk menjaga keamanan data akademik.
“Demi Keamanan data privasi sudah kami usahakan keamanan yang maksimal,”
Ari Bagus Pranata berharap inovasi tersebut dapat dimanfaatkan khususnya oleh sekolah-sekolah di Banyuwangi sebagai langkah nyata mendukung transformasi pendidikan digital. Selain mengurangi biaya operasional sekolah dan orang tua, sistem ini juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efisiensi administrasi, dan kualitas pembelajaran.
“Semoga karya inovasi saya ini dilirik oleh Bupati Banyuwangi,”cetus ari.
Tak hanya itu, Sekolah Digital juga menyediakan berbagai fitur pendukung seperti landing page sekolah, galeri kegiatan, pengumuman, PPDB online, absensi wajah, hingga video conference yang memungkinkan proses belajar mengajar dilakukan secara daring tanpa aplikasi tambahan.
Dengan hadirnya sistem ini, transformasi pendidikan berbasis digital diharapkan tidak hanya menjadi tren, tetapi juga solusi nyata bagi persoalan pendidikan, khususnya terkait akses dan pemerataan fasilitas belajar bagi seluruh siswa. (Mahalik)
