RADAR BLAMBANGAN.COM.| Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang secara resmi membuka peluang kemitraan investasi strategis jangka panjang pada sektor pariwisata melalui skema kerja sama pemanfaatan (KSP) pengelolaan objek wisata Pemandian Alam Selokambang, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko.
Proyek ini diposisikan sebagai strategic tourism asset development initiative dengan orientasi pada optimalisasi aset daerah, peningkatan nilai ekonomi kawasan, serta penguatan ekosistem pariwisata regional Jawa Timur bagian selatan.
Selokambang merupakan aset wisata alam dengan karakteristik natural attraction base asset yang telah memiliki stabilitas kunjungan dan berada dalam koridor pengembangan destinasi wisata Lumajang yang terkoneksi dengan jaringan pariwisata regional. Kawasan ini memiliki total luas lahan 49.121 m² dan bangunan 2.007 m² dengan nilai aset daerah tercatat sebesar Rp9,8 miliar.
Ketua panitia pemilihan mitra KSP, Agni Asmara Megatrah, menegaskan bahwa skema ini dirancang sebagai model kemitraan investasi berbasis kinerja (performance-based partnership) yang memberikan ruang pengelolaan komprehensif kepada mitra strategis.
“Selokambang diproyeksikan sebagai aset pariwisata dengan potensi pengembangan multi-layer revenue stream, mulai dari layanan wisata inti, pengembangan fasilitas komersial, hingga integrasi ekonomi kreatif dan UMKM berbasis kawasan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Skema KSP ini memiliki tenor kerja sama selama 10 tahun dengan ruang lingkup pengelolaan mencakup, pengembangan dan penguatan destinasi wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur wisata, pengembangan ekosistem usaha pendukung kawasan, dan integrasi aktivitas ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat sekitar.
Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa aset infrastruktur vital tertentu tidak termasuk dalam objek kerja sama, antara lain broncaptering, rumah pompa/panel, reservoir, jaringan pipa PDAM, serta fasilitas Petirtan Samirahat Manahsudhi Semeru, yang tetap berada dalam pengelolaan penuh pemerintah daerah.
Agni menambahkan bahwa pendekatan investasi ini tidak hanya berorientasi pada optimalisasi aset, tetapi juga pada pembentukan regional tourism value chain yang mampu menciptakan efek pengganda ekonomi (multiplier effect) bagi sektor jasa, perdagangan, UMKM, dan tenaga kerja lokal.
“Selokambang memiliki posisi strategis sebagai natural tourism asset dengan potensi transformasi menjadi destinasi unggulan berbasis pengelolaan profesional dan investasi berkelanjutan. Ini adalah peluang pengembangan kawasan dengan fundamental ekonomi pariwisata yang kuat,” jelasnya.
Investment access & participation framework
Pendaftaran dan akses dokumen seleksi mitra dibuka mulai 4 Mei 2026 melalui kanal resmi berikut:
– https://s.id/KSPSelokambang
– https://lumajangkab.go.id
– https://dispar.lumajangkab.go.id
– https://spse.inaproc.id/lumajangkab
Seluruh proses seleksi dilaksanakan secara terbuka, kompetitif, dan berbasis prinsip transparansi untuk memastikan terpilihnya mitra dengan kapasitas investasi, pengalaman pengelolaan destinasi, serta visi pengembangan jangka panjang.
Strategic outlook
Melalui skema ini, Pemerintah Kabupaten Lumajang memposisikan Selokambang sebagai long-term tourism investment platform yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga pada pembentukan nilai ekonomi kawasan, penguatan daya saing regional, dan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata berkelanjutan.
( uzi-tm )
