RADAR-BLAMBANGAN.COM, | Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus memperkuat komitmennya dalam memajukan perekonomian berbasis masyarakat melalui modernisasi dan penguatan gerakan koperasi di seluruh wilayah Kabupaten Mojokerto. Hal ini terlihat dengan penghargaan yang dianugerahkan oleh Pemkab Mojokerto kepada 12 koperasi berprestasi yang tersebar di seluruh wilayah Bumi Majapahit ini.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, pada acara Seminar Hari Koperasi Nasional ke-79, Selasa (21/7) pagi di Pendopo Graha Maja Tama Pemkab Mojokerto.
Selain menyerahkan piagam penghargaan, Bupati Mojokerto atau yang lebih sering disapa sebagai Gus Bupati itu, juga menyatakan bahwa peringatan hari koperasi nasional tahun ini merupakan momen penting bagi koperasi untuk menunjukkan fungsinya dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat dari berbagai sektor.
“Kabupaten Mojokerto memiliki modal yang sangat kuat untuk terus berkembang, kita memiliki petani yang produktif, pelaku usaha mikro yang kreatif, sektor industri yang terus bertumbuh, potensi pariwisata yang menjanjikan, serta sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah, potensi tersebut harus mampu kita kelola menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi masyarakat,” bebernya
Gus Bupati melanjutkan bahwa Pemkab Mojokerto akan selalu berupaya memperkuat gerakan koperasi karena hal tersebut juga merupakan misi bupati dan wakil bupati Mojokerto yang tertuang dalam misi ketiga catur abhipraya mubarok, (empat misi bupati Mojokerto).
“Komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam memperkuat gerakan koperasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari arah pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam Catur Abhipraya Mubarok, khususnya misi ketiga, yaitu membangun kemandirian ekonomi pada semua tingkatan, koperasi dan usaha mikro, serta Bumdesa yang berbasis masyarakat guna mewujudkan keluarga yang sejahtera,” jelasnya.
Terintegrasi dengan misi ketiga catur abhipraya mubarok, Gus Bupati juga merencanakan terkait kebijakan pengembangan koperasi yang akan bertumpu pada pada tiga pilar utama, yaitu inovasi produk dan usaha, transformasi digital, serta kolaborasi lintas sektor guna memperkuat posisi koperasi serta para pelaku usaha kecil dan mikro.
Secara singkat, pada pilar inovasi Gus Bupati mengimbau agar koperasi harus terus mengembangkan model usaha yang memberikan nilai tambah bagi anggotanya melalui proses hilirisasi sehingga menghasilkan produk jual yang memiliki daya saing tinggi. Untuk pilar kedua, tranformasi digital, Gus Bupati mengungkapkan kalau digitalisasi tata kelola bisa menambah tingkat kredibilitas koperasi karena dengan digitalisasi akan membuat tata kelola semakin transparan.
Sedangkan untuk pilar kolaborasi, ia mengajak agar para pengelola koperasi membuka pintu kolaborasi selebar mungkin, karena dengan berkolaborasi usaha untuk meningkatkan produksi maupun permodalan akan semakin meningkat.
“Kolaborasi akan memperluas akses permodalan, memperkuat pemasaran, meningkatkan kualitas produk, menghadirkan inovasi, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ucapnya
Di akhir sesi, bupati menuturkan rasa apresiasinya pada para penggerak koperasi atas kontribusi mereka dalam memajukan koperasi itu sendiri. Ia juga berharap agar para peserta acara Seminar Hari Koperasi Nasional ke-79 dapat memaksimalkan pengetahuan yang didapat demi memajukan koperasi dan ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus koperasi, anggota koperasi, pelaku usaha mikro, akademisi, praktisi, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus berkontribusi dalam memajukan gerakan koperasi di Kabupaten Mojokerto,” pungkas Gus Bupati.
Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto Abdulloh Muhtar, pada sesi laporannya mengatakan bahwa seminar peringatan hari koperasi nasional yang ke-79 diikuti oleh 500 peserta undangan yang terdiri dari Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Koperasi Wanita, serta koperasi pegawai swasta.
‘Seminar peringatan Hari Koperasi ini ada sebanyak 500 undangan terdiri dari 304 Ketua KDKMP, perwakilan Koperasi Wanita, dan berbagai jenis koperasi yang ada di Kabupaten Mojokerto,” tuturnya
Abdulloh Muhtar juga melaporkan terkait progres KDKMP di Kabupaten Mojokerto, ia mengatakan 94% KDKMP sudah melaksanakan rapat anggota tahunan tahun buku 2025. Rapat Anggota Tahunan (RAT) sendiri merupakan forum kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Rapat ini wajib diselenggarakan minimal satu kali dalam setahun biasanya antara bulan Januari hingga Maret untuk meminta pertanggungjawaban pengurus dan pengawas, membahas keuangan, serta menyusun rencana kerja ke depan.
“Awal tahun 2026 ini, KDKMP di Kabupaten Mojokerto sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan tahun buku 2025 meskipun masih banyak yang nihil ya, tapi karena itu ketentuan maka kemudian alhamdulillah sudah 94% KDKMP di Kabupaten Mojokerto sudah bisa melaksanakan RAT tahun buku 2025,” tuntasnya. (Mahmudah)
