RADAR BLAMBANGAN.COM, | JAKARTA – Nama Agus Flores kembali mencuat dalam dinamika politik nasional. Sosok yang lama dikenal sebagai aktivis dan kader Partai Golkar itu kini disebut-sebut semakin matang untuk maju sebagai calon anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulawesi Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Dolly yang menilai secara kapasitas dan pengalaman, Agus Flores sebenarnya sudah siap sejak Pemilu 2024. Namun saat itu, niatnya maju tertunda karena berbagai alasan pribadi.
“Secara kesiapan, dia sudah matang. Tapi waktu itu belum ada niat maju. Fokusnya masih di Kalimantan, mengurus persoalan hutan bersama masyarakat Suku Dayak,” ungkapnya.
Selain itu, faktor keluarga juga menjadi pertimbangan utama. Agus Flores disebut belum mendapatkan restu orang tua pada momentum sebelumnya.
Kini, situasi tersebut berubah. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa restu dari keluarga telah diberikan, bahkan diperkuat dengan dukungan dari Presiden RI, Joko Widodo.
Dengan adanya restu tersebut, peluang Agus Flores untuk maju melalui Partai Golkar semakin terbuka. Meski begitu, keseriusannya masih menjadi perhatian internal partai.
“Kadang dia bilang mau urus berkas, tapi tidak ada tindak lanjut. Karena hobinya keliling Indonesia. Kalau pemilu berikutnya, harus benar-benar dikawal keseriusannya,” tegas salah satu petinggi Partai Golkar.
Secara rekam jejak, Agus Flores bukan sosok baru di dunia politik. Sejak masa mahasiswa dan aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), ia telah berkiprah sebagai kader Golkar. Ia juga dikenal sebagai didikan tokoh-tokoh besar di Sulawesi Tengah, seperti almarhum Prof. Aminuddin Ponulele dan almarhum Dr. Syahabudin Mustafa.
Dari sisi keluarga, Agus Flores juga memiliki latar belakang yang kuat. Ayahnya, Ir. R. Kusnandar Sunyoto Hadinoto, pernah mengenyam pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) sebelum berkarier sebagai arsitek di PT Adhi Karya. Kini, sang ayah dikabarkan ikut terlibat memberikan dukungan politik bagi putranya.
Menanggapi restu tersebut, Agus Flores menyatakan bahwa keputusan orang tua menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
“Kalau orang tua sudah merestui, tidak boleh dilawan. Itu sama saja durhaka.
(Mahalik)
