Oleh:
Herman Sjahthi, S.H., M.Pd., M.Th., CBC.
(Akademisi & Aktivis Masyarakat Sipil)
RADAR BLAMBANGAN.COM, | Tanggal 10 Januari 2026 menjadi salah satu momentum emosional bagi masyarakat Banyuwangi. Kepergian sosok pemimpin humanis dan berintegritas, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., dari jabatan Kapolresta Banyuwangi meninggalkan kesan mendalam di hati masyarakat. Tidak sedikit warga yang merasa kehilangan figur pemimpin yang selama ini hadir bukan hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat yang mampu membangun kedekatan emosional dengan rakyat tanpa sekat birokrasi dan kekuasaan. Sosok beliau dikenal luas sebagai pribadi yang rendah hati, komunikatif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap berbagai lapisan masyarakat Banyuwangi.
Selama memimpin Polresta Banyuwangi, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra menunjukkan pola kepemimpinan yang modern, humanis, dan berorientasi pada pelayanan publik. Di tengah dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks, beliau mampu menghadirkan wajah kepolisian yang lebih dekat, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Kepemimpinannya mencerminkan implementasi nyata dari prinsip Presisi Polri, yaitu prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Melalui pendekatan yang persuasif dan penuh empati, beliau berhasil membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian di Banyuwangi.
Tidak hanya dalam aspek keamanan dan ketertiban masyarakat, kepemimpinan beliau juga memberikan dampak positif dalam membangun sinergitas lintas sektor. Hubungan harmonis antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga insan media dapat terjalin dengan baik di bawah kepemimpinan beliau. Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra dikenal sebagai pemimpin yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, budaya, maupun golongan. Sikap beliau yang santun dan terbuka menjadikan dirinya dihormati bukan karena jabatan semata, melainkan karena ketulusan dalam mengabdi.
Masyarakat Banyuwangi juga menilai bahwa keberhasilan beliau tidak hanya diukur melalui capaian institusional, tetapi melalui jejak kemanusiaan yang ditinggalkan. Kehadiran beliau dalam berbagai persoalan sosial masyarakat, kepedulian terhadap warga kecil, serta kesediaannya turun langsung ke lapangan menjadi simbol kepemimpinan yang autentik dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Di tengah tantangan penegakan hukum yang sering kali penuh tekanan, beliau tetap mampu menjaga integritas, profesionalisme, serta citra kepolisian yang bermartabat dan dicintai masyarakat.
Hingga saat ini, masyarakat Banyuwangi masih merasakan kehilangan yang begitu mendalam atas sosok Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra. Nama beliau masih sering diperbincangkan dalam ruang-ruang masyarakat sebagai figur pemimpin yang meninggalkan jejak keteladanan dan kedekatan emosional yang kuat dengan rakyat. Banyak masyarakat menilai bahwa hingga hari ini belum ada sosok yang benar-benar mampu menggantikan posisi beliau di hati warga Banyuwangi. Hal tersebut bukan semata karena jabatan yang pernah beliau emban, melainkan karena karakter kepemimpinan beliau yang tulus, merakyat, dan penuh empati terhadap masyarakat kecil.
Kepergian Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra dari Banyuwangi bukan sekadar perpindahan tugas biasa, melainkan meninggalkan ruang emosional yang sulit tergantikan bagi masyarakat. Sosok beliau telah menjadi representasi pemimpin ideal yang amanah, sederhana, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pengabdian. Banyuwangi pernah memiliki seorang pemimpin kepolisian yang bukan hanya bekerja dengan kewenangan, tetapi juga memimpin dengan hati. Oleh sebab itu, rasa kehilangan yang dirasakan masyarakat merupakan bentuk penghormatan tulus atas pengabdian dan keteladanan beliau selama memimpin Polresta Banyuwangi.
HS.
